Meningkat Pelaku Manufaktur yang Bilang Kondisi Usahanya Membaik
Industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kian ekspansif. Tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 yang mencapai 53,77, meningkat 1,84 poin dibandingkan September 2026 sebesar 51,93, dan naik 0,27 poin dibandingkan IKI Oktober 2025 yang tercatat sebesar 53,50.
IKI Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak Februari 2026 yang mencatat IKI sebesar 54,02. Manufaktur adalah penopang terbesar pertumbuhan ekonomi (PDB), dengan share sekitar 19 persen. Karena itu naik turunnya menjadi perhatian utama berbagai lembaga domestik (seperti Kemenperin dan BI) dan global (seperti S&P Global).
Mengutip keterangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dirilis akhir pekan ini, capaian IKI pada Oktober 2026 itu, menggambarkan masih optimismenya pelaku industri pengolahan dalam negeri untuk terus berekspansi.
Optimisme itu tercermin dari tetap lebih besarnya persentase pelaku manufaktur yang menyatakan kondisi usahanya membaik (34,9 persen), dibanding yang mengatakan menurun (19,5 persen).
“Persentase pelaku manufakturt yang menyatakan kondisi kegiatan usahanya membaik pada Oktober 2026, lebih besar dibanding bulan sebelumnya sebesar 33,0 persen,” tulis laporan Kemenperin.
Baca juga: Manufaktur RI Kian Ekspansif, Indeks Kepercayaan Industri Tertinggi Sejak Februari
Sebaliknya, pelaku manufaktur yang menyatakan kondisi kegiatan usahanya menurun pada Oktober 2026, lebih rendah dibanding September 2026 sebesar 22,2 persen.
Pelaku manufaktur yang menyatakan kondisi kegiatan usahanya stabil pada Oktober 2026, juga meningkat menjadi 45,5 persen dibanding 44,9 persen pada September 2026.
Mayoritas optimis
Kemenperin juga mencatat, mayoritas (94,5 persen) pelaku industri di Indonesia juga tetap optimis dan stabil memandang kondisi usaha enam bulan ke depan.
Sebanyak 67,4 persen menyatakan optimis, sama dengan bulan sebelumnya, dan 27,1 persen stabil, naik tipis dibanding September 2026 yang mencapai 26,9 persen.
Baca juga: BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus
Optimisme mayoritas pelaku usaha itu, didasarkan pada beberapa faktor. Antara lain kondisi ekonomi makro dalam negeri yang relatif stabil, meskipun kondisi geopolitik, perekonomian dan keuangan global masih diliputi ketidakpastian.
Sebaliknya pelaku industri yang pesimis dengan kondisi kegiatan usahanya 6 bulan mendatang, mencapai 5,5 persen pada Oktober 2026, menurun dibandingkan September 2026 sebesar 5,8 persen, namun masih sedikit lebih tinggi dibandingkan angka pesimisme Oktober 2025 sebesar 5,4 persen.
Sementara sebanyak 27,1 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usaha mereka stabil saja dalam enam bulan mendatang, sedikit menurun dibandingkan angka persepsi September 2026 sebesar 26,9 persen.