Minggu, November 1, 2026
HomeBerita PropertiJasa Marga Kuasai 42 Persen Total Jalan Tol

Jasa Marga Kuasai 42 Persen Total Jalan Tol

Hingga kuartal ketiga (Q3) 2026 PT Jasa Marga Tbk (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun yang tumbuh 7,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8 persen serta pendapatan usaha lain sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5 persen secara tahunan (yoy).

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Jasa Marga memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya. Langkah ini ditempuh melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi tersebut, Jasa Marga berhasil mempertahankan kinerja positif dengan mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67 persen. Pada periode yang sama Jasa Marga membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun, capaian kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, capaian bisnis tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi kami untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya melalui siaran pers Minggu (1/11).

Dari prespektif kinerja operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal ketiga 2026 dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 3,6 juta kendaraan per hari. Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 Km jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 Km atau setara dengan 42 persen dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan keterhubungan antarwilayah serta untuk membuka simpul-simpul ekonomi baru. Memasuki Oktober 2026, jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 Km telah dioperasikan dengan tarif yang menjadi bagian dari upaya Jasa Marga memperkuat konektivitas di wilayah Jawa Timur.

Hingga saat ini jumlah jalan tol beroperasi Jasa Marga mencapai 1.318 Km. Di saat bersamaan, Jasa Marga terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek-proyek strategis, meliputi jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan, jalan tol Akses Patimban, jalan tol Yogyakarta-Bawen, serta jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.

Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.

Jasa Marga juga terus mentransformasi perannya dari penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi. Transformasi ini diwujudkan melalui tiga pilar layanan, yaitu pilar Protect the Journey, pilar Support the Journey, dan pilar Inform the Journey.

Jelang ahir tahun, Jasa Marga juga memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman.

“Dengan margin EBITDA yang solid, manajemen liabilitas yang pruden, serta keandalan volume lalu lintas harian sebagai sumber arus kas utama, kami berada dalam lintasan pertumbuhan yang tepat untuk menutup tahun 2026 dengan hasil terbaik. Kami berkomitmen memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal dengan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan,” pungkas Rivan.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pelaku Manufaktur yang Bilang Kondisi Usahanya Membaik

Industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kian ekspansif. Tercermin dari...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Indeks Kepercayaan Industri Tertinggi Sejak Februari

Industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kian ekspansif. Tercermin dari...

Mahakam Investment Forum Perluas Investasi di IKN Hingga Kalimantan Timur

Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 kembali digelar di Ibu...

Berita Terkini