Kamis, Oktober 29, 2026
HomeBerita PropertiAda Persoalan pada Urusan Penyimpanan, IKEA Tunjukkan Caranya

Ada Persoalan pada Urusan Penyimpanan, IKEA Tunjukkan Caranya

Rumah yang sudah terlihat rapi belum tentu mudah dan praktis untuk anggota keluarga lainnya ketika mencari barang yang dibutuhkan. Ketika anggota keluarga lain membutuhkan kunci, remote TV atau AC, dan lain-lainnya, mereka masih harus bertanya kepada orang yang membereskannya. Pada akhirnya setiap orang memiliki kebiasaan berbeda dalam mengambil dan menyimpan barang, termasuk barang yang digunakan bersama.

Menurut IKEA Store & Organise Report 2026, sebanyak 38 persen responden mengaku membiarkan barang tidak dibereskan sendiri dengan harapan orang lain yang akan mengurusnya.

Sementara itu 68 persen rumah tangga yang disurvei memiliki laci atau kotak berisi berbagai barang tanpa tempat penyimpanan khusus. Riset global yang dilakukan YouGov terhadap 31.488 responden di 31 negara ini menunjukkan dua persoalan dalam urusan penyimpanan, yaitu kebiasaan membereskan barang dan cara mengatur barang di rumah.

Padahal, setiap barang punya cara penyimpanan yang berbeda. Kunci kendaraan dan remote perlu mudah dijangkau, buku serta permainan keluarga sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dikenali semua orang, dan koleksi pribadi yang ingin dipajang sebagian dan sisanya disimpan.

Baca juga: IKEA Berikan Panduan Manajemen Penyimpanan Seiring Pertumbuhan Keluarga

Karena itu, memilih rak atau lemari bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang menggunakan, di mana biasanya digunakan, dan bagaimana anggota keluarga dapat mengambil serta mengembalikannya.

“Saat menata penyimpanan, kita seharusnya memperhatikan cara barang diambil dan dikembalikan. Kalau setiap kali ingin menyimpan sesuatu harus membuka beberapa laci, memindahkan barang lain, atau berjalan ke ruangan berbeda, kita mungkin akan memilih meletakkannya di tempat terdekat. Karena itu, posisi dan jenis penyimpanan sama pentingnya dengan kapasitas,” ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia melalui siaran pers Kamis (29/10).

Maka rak terbuka, kabinet berpintu, atau penyimpanan dinding masing-masing punya kelebihan, tergantung barang dan aktivitas yang ingin kita dukung. Tujuannya agar membereskan barang menjadi bagian yang mudah dari rutinitas sehari-hari, bukan pekerjaan tambahan.

Untuk tipsnya, IKEA berbagai panduan:
Mulai dari Pintu Masuk, Sediakan Tempat untuk Barang yang Sering Dibawa
Kunci kendaraan, kartu akses, kacamata, hingga pernak-pernik kecil sering berpindah tempat setelah kita pulang. Hari ini diletakkan di meja makan, besok di dekat televisi. Tak jarang, orang yang terakhir meletakkannya pun lupa di mana barang tersebut berada. Menyediakan tempat khusus di dekat pintu masuk bisa membantu anggota keluarga menyimpan barang-barang tersebut sebelum membawanya ke area lain di rumah.

Baca juga: Azko Berbagi Tips Beberes Rumah Bebas Stres

Satu Rak untuk Kebutuhan Berbeda, Tanpa Harus Mencampur Semua Barang
Di ruang keluarga, buku, permainan, perlengkapan sekolah, hingga barang koleksi sering berada di area yang sama. Daripada menyimpannya dalam satu lemari tanpa pembagian, penghuni bisa menyediakan kompartemen berbeda untuk setiap jenis barang. Buku tetap mudah diambil, perlengkapan bermain tidak bercampur dengan alat tulis, dan setiap anggota keluarga tahu di mana harus mengembalikannya.

Koleksi Pribadi Tetap Punya Tempat, Tak Harus Semuanya Disembunyikan
Buku favorit, album foto, koleksi mainan, atau barang kenangan tidak selalu ingin disimpan jauh dari pandangan. Sebagian justru menjadi bagian dari karakter rumah, sementara koleksi lainnya perlu dilindungi dari debu atau disimpan lebih tertutup. Rak yang ramping di sepanjang dinding dapat menjadi pilihan tanpa harus menyediakan lemari pajangan berukuran besar.

Atur Kabinet Sesuai Barang dan Ruang yang Tersedia, Bukan Sebaliknya
Area televisi biasanya merupakan tempat menampung banyak sekali barang. Ada remote, konsol permainan, aksesori elektronik, buku, hingga dekorasi yang ingin ditampilkan. Sebagian perlu mudah diambil, sementara barang lainnya lebih baik disimpan tertutup. Karena itu, satu bentuk kabinet belum tentu sesuai untuk semua kebutuhan dan ukuran ruangan.

Sudah Punya Rak dan Lemari? Jangan Lupakan Cara Mengatur Isinya
Rak dan lemari yang luas belum tentu memudahkan kita menemukan barang jika seluruh isinya bercampur. Kabel pengisi daya, baterai cadangan, dokumen, alat tulis, hingga perlengkapan kecil lainnya bisa dikelompokkan dalam wadah sesuai ukuran dan jenisnya. Selain memudahkan pencarian, pembagian ini membantu seluruh anggota keluarga mengetahui tempat untuk mengembalikan barang setelah digunakan.

Baca juga: Tips Bikin Ruang Baca Minimalis-Fungsional, Enak untuk Baca dan Tetap Estetik

Selain mempertimbangkan jenis dan ukuran penyimpanan, penempatannya juga perlu disesuaikan dengan kondisi rumah. Perabot rumah tangga yang sepertinya terlihat cocok di rumah belum tentu nyaman digunakan jika tidak menyisakan cukup ruang untuk kegiatan sehari-hari.

“Coba dibayangkan ketika anda membuka pintu lemari atau menarik laci. Apakah masih ada cukup ruang untuk bergerak? Apakah pintunya akan terbentur meja atau furnitur lain? Ini sering luput dari perhatian ketika kita memilih furnitur karena terlalu fokus pada ukuran dan tampilannya,” pungkas Alfinda.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini