Senin, November 2, 2026
HomeBank9 Bulan CIMB Niaga Salurkan Kredit Rp242,6 Triliun

9 Bulan CIMB Niaga Salurkan Kredit Rp242,6 Triliun

Kinerja keuangan konsolidasi (undaudited) Bank CIMB Niaga untuk sembilan bulan pertama 2026 untuk total kredit pembiayaan tumbuh 6,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp242,6 triliun. Current account and saving account (CASA) meningkat 4,4 persen menjadi Rp197 triliun dengan laba sebelum pajak konsolidasi mencapai Rp5,8 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp1178,65.

Menurut Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan, di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang perusahaan berhasil menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional.

“Dengan capaian ini kami berhasil meraih laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) tetap stabil sebesar Rp8,2 triliun sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,8 persen (yoy),” ujarnya melalui siaran pers Senin (2/11).

Kendati profitabilitas menghadapi tantangan karena tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit, CIMB Niaga tetap mampu menjaga kondisi keuangan yang solid.

Posisi permodalan dan likuiditas CIMB Niaga tetap baik, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,7 persen. Fundamental yang solid ini menjadi landasan penting untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga: Tour de Bank CIMB Niaga Dorong Literasi Keuangan Digital Sejak Anak SD

Ke depan, CIMB Niaga akan terus menghadapi dinamika perekonomian dengan langkah adaptif dan penuh kehati-hatian, sekaligus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek.

Maka fokus perusahaan adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya.

Melalui implementasi strategi Forward30 secara konsisten dan disiplin, akan terus diperkuat fundamental dan kapabilitas perusahaan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Seluruh upaya ini sejalan dengan purpose Advancing Customers & Society sebagai wujud komitmen kami untuk terus mendampingi nasabah Kejar Mimpi dalam memenuhi kebutuhan dan mewujudkan aspirasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: CIMB Niaga Hadirkan Octo untuk Keluarga Indonesia

Kembali ke kinerja bisnis, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan CAR dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,7 persen dan 87,7 persen. Total aset konsolidasi sebesar Rp384,8 triliun, naik 4,2 persen yang memperkuat CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (DPK) bank tercatat sebesar Rp273,7 triliun, terutama didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 4,4 persen (yoy) menjadi Rp197,0 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72 persen. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam memperkuat loyalitas nasabah serta terus meningkatkan pengalaman layanan perbankan digital yang semakin mudah dan nyaman.

Berita Terkait

Ekonomi

Oktober Neraca Dagang RI Tetap Surplus Kendati Sedikit Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/11/2026), neraca perdagangan...

Kendati Menurun, Inflasi Oktober Masih Tinggi, Disumbang Lonjakan Harga Bahan Makanan

Laporan Badan Pusat Statistik, Senin (2/11/2026), mengungkapkan, inflasi Indeks...

Manufaktur RI Makin Ngegas, Tapi Penyerapan Tenaga Kerjanya Masih Lemah

Serupa dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKK) versi Kemenperin, S&P...

Meningkat Pelaku Manufaktur yang Bilang Kondisi Usahanya Membaik

Industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kian ekspansif. Tercermin dari...

Berita Terkini