Minggu, November 8, 2026
HomeBahan BangunanMenteri PKP Luncurkan Pengiriman 2,4 Juta Genteng Jatiwangi, Program Gentengisasi Dimulai

Menteri PKP Luncurkan Pengiriman 2,4 Juta Genteng Jatiwangi, Program Gentengisasi Dimulai

Pemerintah memulai program gentengisasi seperti yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto. Ditandai peluncuran pengiriman 2,4 juta keping genteng dari Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiyono, Minggu (8/11/2026).

Peluncuran juga dihadiri Menperin Muhammad Sarmuji, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wamendagri III Ahmad Wiyagus, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Majalengka Eman Suherman, CEO Lippo Group James Riady, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, pengurus asosiasi, dan pelaku industri perumahan.

Peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng ke yang dilaksanakan di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi tersebut, menandai dimulainya distribusi jutaan genteng produksi masyarakat Majalengka ke berbagai wilayah Indonesia.

Pengiriman melibatkan sekitar 450 unit truk pada tahap awal dari total 600 armada truk yang direncanakan. Menjangkau 27 kabupaten/kota di berbagai wilayah, guna mendukung berbagai program perumahan, wabil khusus program bedah rumah atau BSPS.

Namun, menurut Menteri PKP, program tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material pembangunan dan peningkatan kualitas rumah tidal layak huni (RTLH), tapi sekaligus sebagai upaya menghidupkan kembali industri lokal dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Biaya Gentengisasi pada Program Bedah Rumah Rp2-3 Juta/Rumah

Sebelum peluncuran, Menteri PKP dan para menteri serta pejabat lainnya, menyempatkan diri makan siang bersama para pengemudi truk, kernet, pengrajin genteng, masyarakat, dan pelaku UMKM, melalui tradisi liwetan yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.

Acara kemudian dibuka dengan pertunjukan Tari Topeng Wuwung Kawangi oleh Sanggar Ranca-Ge, yang menampilkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Majalengka.

Maruarar menyatakan, pesanan genteng dalam jumlah besar ini akan berdampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal, terutama para pengrajin dan pelaku UMKM di Jatiwangi. Peningkatan permintaan diharapkan mampu mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan industri genteng lokal.

Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan seluruh proses distribusi berjalan secara terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Pengawasan dilakukan terhadap kesesuaian jumlah genteng, pemenuhan standar kualitas, serta ketepatan waktu pengiriman. Pendataan tenaga kerja yang terlibat juga dilakukan, agar dampak ekonomi dari program terukur secara jelas.

Baca juga: Program Gentengisasi Gairahkan Industri Genteng di 4 Daerah Ini

Program pengiriman 2,4 juta genteng ini melibatkan 34 unit UMKM di Kabupaten Majalengka, khususnya Kecamatan Jatiwangi. Seluruh UMKM telah mengantongi sertifikasi SNI, sementara 11 UMKM dalam proses sertifikasi.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan juga penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kabupaten Majalengka, atas keberhasilan mencatatkan rekor Pengiriman Genteng Terbanyak untuk produksi genteng Jatiwangi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, Program Gentengisasi merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih indah dan tertata sekaligus memperkuat industri rakyat.

“Pesan Presiden yakni Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), dan atap rumah harus indah, maka lahirlah Gentengisasi. Kegiatan hari ini juga komitmen Presiden terhadap industri rakyat dalam negeri,” ujarnya dikutip dari keterangan Kementerian PKP.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong perubahan wajah permukiman Indonesia menjadi makin tertata, sehat, nyaman, dan memiliki nilai estetika.

Presiden menargetkan Indonesia terbebas dari penggunaan atap seng berkarat dalam kurun 2–3 tahun. Penggunaan genteng tanah liat menjadi salah satu alternatif pengganti yang sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi industri lokal.

Baca juga: Program Gentengisasi Dimulai di Peremajaan Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun

Pengembangan program gentengisasi direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah sentra industri genteng lainnya, termasuk Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Dalam acara itu, Kementerian PKP juga melaksanakan penyerahan mock-up Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan secara simbolis kepada 8 debitur.

Program ini merupakan salah satu instrumen pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, termasuk pengrajin dan produsen material bangunan.

Berita Terkait

Ekonomi

OJK: Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser, Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Cadangan Devisa Kembali Meningkat, Oktober Bertambah USD500 Juta

Cadangan devisa RI terkuras sepanjang Desember 2025-Mei 2026 senilai...

Berita Terkini