Minggu, Oktober 18, 2026
HomeBahan BangunanProgram Gentengisasi Gairahkan Industri Genteng di 4 Daerah Ini

Program Gentengisasi Gairahkan Industri Genteng di 4 Daerah Ini

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya menjaga kualitas material dalam pelaksanaan Program Gentengisasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Program diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BPS), dengan memanfaatkan genteng produksi UMKM sebagai penutup atapnya.

“Program gentengisasi akan menggairahkan dan memperkuat (kembali) daya saing industri genteng dalam negeri,” kata Menteri PKP dalam rapat koordinasi persiapan gentengisasi bersama pemerintah daerah di Jakarta awal pekan ini.

Rapat membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, kapasitas produksi, pemenuhan standar kualitas, jadwal peluncuran, serta mekanisme distribusi genteng untuk mendukung program bedah rumah.

Pemberdayaan UMKM genteng perlu berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk. Seluruh genteng yang digunakan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat miskin yang rumahnya diperbaiki, sekaligus mendorong pelaku UMKM genteng meningkatkan produksinya.

Menteri PKP memberikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Majalengka, atas kesiapan pelaksanaan gentengisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 pukul 15.00 WIB.

Jawa Barat menyampaikan kesiapan 2,4 juta keping genteng atau setara dengan 600 truk. Sebanyak 34 UMKM genteng telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM telah lolos uji mekanis. Harga genteng melalui koperasi tercatat sebesar Rp2.500 per keping.

Dari sisi regulasi, kualitas material, serta kesiapan teknis dan estetika, Jawa Barat menyampaikan seluruh persyaratan telah terpenuhi. Sementara mekanisme distribusi 2,4 juta keping genteng itu, masih dikoordinasikan lebih lanjut bersama Balai P3KP Jawa II.

Baca juga: Program Gentengisasi Bangkitkan Sentra Genteng Jatiwangi

Sementara Jawa Tengah menyampaikan kesiapan 1 juta keping genteng bersertifikat keandalan, untuk kegiatan gentengisasi yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026 di Kabupaten Kebumen. Persiapan telah dikoordinasikan dan disepakati bersama Gubernur Jawa Tengah.

Untuk Jawa Timur, persiapan gentengisasi diarahkan pada penyediaan 800 ribu keping genteng dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi keandalan. Kabupaten Trenggalek menjadi lokasi yang dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan, sementara jadwal peluncuran masih dalam tahap koordinasi.

Melalui pemanfaatan produk UMKM lokal yang memenuhi standar mutu, Kementerian PKP mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi pengrajin genteng di daerah.

Genteng Plered
Sebelumnya awal Oktober 2026 Menteri PKP bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, melepas 500.000 keping genteng dari Plered, Purwakarta, Jawa Barat, untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

Sebanyak 125 truk diberangkatkan, dengan masing-masing truk membawa sekitar 4.000 keping genteng. Pelepasan ratusan ribu genteng itu juga merupakan bagian dari Program Gentengisasi, yang sekaligus menggerakkan kembali sentra industri genteng di berbagai daerah termasuk di Plered.

Baca juga: Program Gentengisasi Dimulai di Peremajaan Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun

Menteri Tito menyatakan, Gerakan Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong penggunaan material atap yang lebih nyaman.

“Dengan penutup atap genteng, rumah lebih sejuk dan ketika hujan tidak terlalu bising. Dari sisi keindahan juga lebih baik. Genteng tanah liat juga merupakan produk khas Indonesia,” ujarnya.

Namun, Gerakan Gentengisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas hunian, tapi juga sekaligus menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah. Plered menjadi salah satu sentra pengolahan tanah liat dan produksi genteng yang telah berkembang sejak lama.

“Program ini bisa menghidupkan kembali sentra-sentra genteng di Indonesia, termasuk Plered. Kalau industrinya bergerak, ekonomi ikut bergerak, lapangan kerja juga terbuka, mulai dari pengrajin genteng sampai para pengemudi yang mengangkutnya,” terangn Tito.

Baca juga: Biaya Gentengisasi pada Program Bedah Rumah Rp2-3 Juta/Rumah

Mendagri mengungkapkan, sekitar 13 juta rumah di Jawa Barat atau sekitar 87 persen telah menggunakan genteng sebagai material atap. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 13 persen rumah yang belum menggunakan genteng, yang merupakan potensi pasar produsen genteng.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Gentengisasi, yang memberikan ruang bagi para pengrajin dan pelaku usaha genteng untuk kembali meningkatkan produksinya.

Ia juga mengapresiasi dukungan perbankan, termasuk Bank BJB, dalam memberikan akses permodalan bagi para pengusaha genteng di Plered.

Berita Terkait

Ekonomi

WALHI Telusuri yang Terlibat dan Diuntungkan oleh Karhutla

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) meluncurkan kajian berjudul “Siapa di...

Menkeu-Wamenkeu Bicara Bonus Demografi, Tinggal 15 Tahun Bagi RI Memanfaatkannya

Bonus demografi adalah kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif...

Berita Terkini