Penjualan Rumah Merosot, Porsi Pembayaran Konsumen dalam Pengembangan Perumahan Mengecil
Seiring bertahannya bunga kredit perbankan selama triwulan III 2026, penggunaan kredit bank dalam pengembangan perumahan pun kian meningkat kendati tipis.
Menurut Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang dirilis, Jumat (6/11/2026), pada triwulan III 2026 sumber pembiayaan utama pengembang dalam pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal perusahaan dengan pangsa 73,94 persen dari total kebutuhan pembiayaan. Sedikit meningkat dibanding triwulan II 2026 sebesar 73,28 persen.
Sedangkan sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen. Untuk pinjaman perbankan, porsinya pada triwulan III juga naik tipis menjadi 17,96 persen dari triwulan II 2026 sebesar 17,89 persen.
Baca juga: Triwulan II Porsi Kredit Bank dalam Pembiayaan Proyek Perumahan Meningkat
Sementara porsi pembayaran dari konsumen dalam pengembangan properti residensial di pasar primer, pada triwulan III 2026 mencapai 8,08 persen. Menurun dibanding triwulan II 2026 sebesar 8,83 persen, selaras dengan jebloknya penjualan seluruh tipe rumah pada triwulan III 2026.
Kendati demikian, proporsi kredit bank dan pembayaran konsumen dalam pembiayaan pengembangan proyek perumahan pada triwulan III 2026 itu, masih tetap lebih tinggi dibanding tahun 2025 dan triwulan I 2026 (lihat tabel).
Baca juga: Triwulan III Penjualan Seluruh Tipe Rumah Jeblok
Sebaliknya proporsi penggunaan dana internal perusahaan pada triwulan III 2026, kendati sedikit meningkat, tetap tercatat sebagai yang terendah dibanding 2025 dan triwulan I 2026.
Porsi Pembiayaan Pengembangan Properti Residensial (%)
Periode Dana Internal Kredit Bank Pembayaran Konsumen
Triwulan III 2026 73,94 17,96 8,08
Triwulan II 2026 73,28 17,89 8,83
Triwulan I 2026 80,66 13,74 5,60
Triwulan IV 2025 80,14 14,15 5,71
Triwulan III 2025 77,67 16,02 6,31
Triwulan II 2025 78,36 15,68 5,96
Triwulan I 2025 77,28 16,62 6,10
Sumber: Bank Indonesia, diolah