Kamis, November 5, 2026
HomeBerita PropertiRealisasi FLPP Tembus 200.000, Masih Jauh dari Target 350.000

Realisasi FLPP Tembus 200.000, Masih Jauh dari Target 350.000

Realisasi penyaluran subsidi pemilikan rumah (KPR) dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), terus meningkat.

Per hari ini (5 November 2026), BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP 2026 telah mencapai 200.698 unit rumah senilai Rp25 Triliun. Dengan target tahun ini senesar 350.000 unit, realisasi tersebut baru mencapai 57,34 persen dari target.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan, tren realisasi yang meningkat akan cenderung terus terjadi hingga akhir tahun. “Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, realisasi di akhir tahun cenderung lebih kencang,” katanya dikutip dari keterangan resmi BP Tapera.

Heru menjelaskan, fenomena tersebut salah satunya didasarkan pada dukungan mitra kerja bank-bank penyalur KPR FLPP, yang terus berupaya untuk memenuhi target penyaluran sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama yang sudah mereka teken dengan BP Tapera.

Sementara di sisi penyediaan hunian (suplai), ia melihat para pengembang cenderung mempersiapkan keterhunian rumah yang dikembangkannya lebih cepat, guna mengantisipasi musim penghujan yang dapat menjadi kendala dalam proses pembangunan.

“Kami terus memberikan dukungan kepada para mitra kerja kami. Seluruh jajaran BP Tapera terjun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mengenai pentingnya memiliki rumah, dan pemerintah telah menyiapkan fasilitasnya (FLPP),” terang Heru.

Baca juga: Tinggal 2 Bulan, Realisasi FLPP Baru 52 Persen, KUR Perumahan 55 Persen, Bedah Rumah Belum Jelas

Selain itu, BP Tapera mempersiapkan kembali kegiatan akad massal yang menurut rencana kali ini akan diselenggarakan di Jawa Timur, dengan mengundang kembali Presiden beserta jajaran Kabinet Merah Putih.

Dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo, BP Tapera telah melaksanakan akad massal dan dihadiri langsung oleh Presiden sebanyak tiga kali.

Yaitu, di Kabupaten Bogor (Jawa Barat) pada 29 September 2025, Kota Serang (Banten) pada 20 Desember 2025, dan Kabupaten Batang (Jawa )Tengah pada 30 Juli 2026.

“Masih ada cukup waktu hingga akhir tahun, kita optimalkan capaiannya dengan sisa waktu yang ada. Saat ini kami mempersiapkan acara akad massal,” ujar Heru.

Kanal terpadu
BP Tapera saat ini juga telah menyiapkan kanal keterpaduan ekosistem perumahan melalui situs rumah.go.id. Kanal ini mencakup ekosistem perumahan melalui empat pilar. Yaitu, Ketersediaan, Permintaan, Program Dana, serta Literasi.

Saat ini dalam kanal keterpaduan tersebut telah dilakukan migrasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Melalui kanal ini, seluruh ekosistem perumahan dapat diakomodir seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kemitraan non pemerintah baik komersil maupun non komersil.

Baca juga: Sekarang Ajukan KPR Subsidi Pakai Tapera Mobile, Bukan SiKasep Lagi

Heru menekankan, pengembangan kanal terpadu tidak menggantikan sistem eksisting yang saat ini sudah berjalan, melainkan sebagai sarana teknologi untuk mempermudah interaksi digital antara seluruh pilar.

“Kami rancang kanal ini dalam rangka untuk mendukung layanan tepadu dan pembentukan satu data nasional untuk menuju kemudahan pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan dana dari masing-masing stakeholder,” terang Heru.

Heru menambahkan, dengan kanal terpadu ekosistem perumahan, poin penting yang dibutuhkan oleh pemerintah selaku regulator adalah penyusunan data antrian multi segmentasi perumahan nasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Otorita IKN-Korea Selatan Gelar Nusantara Smart City Forum

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Republik Korea Selatan...

Prediksi Para Ekonom Meleset, Triwulan III Ekonomi RI Tumbuh Lebih Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Kamis (5/11/2026), pertumbuhan ekonomi...

Berita Terkini