Rabu, November 4, 2026
HomeNewsEkonomiRupiah Melemah, Tiket Pesawat Kian Mahal, Pelesiran WNI ke Luar Negeri Merosot

Rupiah Melemah, Tiket Pesawat Kian Mahal, Pelesiran WNI ke Luar Negeri Merosot

Konflik di Timur Tengah yang melambungkan harga minyak dunia, membuat harga tiket pesawat komersial makin melangit, tak terkecuali tiket pesawat ke luar negeri.

Harga tiket pesawat itu makin tinggi, menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mata uang sejumlah negara maju dan berkembang lainnya.

Jangan heran situasi itu mempengaruhi minat perjalanan luar negeri orang Indonesia atau wisatawan nasional (wisnas). Jumlah perjalanannya menurun.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal pekan ini, pada September 2026 jumlah perjalanan wisnas menurun baik secara bulanan (mtm), tahunan (yoy), maupun tahun kalender (ctc).

Sepanjang Januari-September 2026 (ctc), jumlah perjalanan wisnas ke luar negeri tercatat sebanyak 6,51 juta perjalanan, atau menurun 4,60 persen dibandingkan Januari-September 2025.

Pada September 2026, jumlah perjalanan wisnas mencapai 600,61 ribu perjalanan, turun 6,69 persen dibandingkan Agustus 2026 (mtm), dan turun 13,69 persen dibandingkan September 2025 (yoy).

Baca juga: Juni-Juli Jumlah Perjalanan Wisnas ke Luar Negeri Naik Tinggi, Terutama ke Arab Saudi

Negara-negara di kawasan ASEAN masih mendominasi dalam daftar 10 negara yang paling banyak wisnas, dengan Malaysia menjadi negara tujuan utama
(28,03 persen) atau turun 4,61 persen poin (mtm).

Setelah Malaysia, terdapat 9 negara lainnya yang menjadi tujuan perjalanan wisnas terbanyak. Yaitu, Arab Saudi, Singapura, Tiongkok, Timor Leste, Thailand, Jepang, Vietnam, Australia, dan Korea Selatan.

Arab Saudi dan Singapura masing-masing menyumbang 17,82 persen dan 12,96 persen dari total perjalanan wisnas, turun dari 18,58 persen dan 14 persen pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Kemudian berturut-turut diikuti Tiongkok (6,16 persen), Timor Leste (3,18 persen), Thailand (4,80 persen), Jepang (2,29 persen), Vietnam (2,32 persen), Australia (2,42 persen), Korea Selatan (1,73 persen), dan negara lainnya 11,88 persen.

Kunjungan wisnas ke Thailand, Vietnam dan Australia mengalami penurunan secara bulanan (mtm), namun ke tiga negara lainnya meningkat dan ke Jepang stabil. Juga meningkat kunjungan wisnas ke kelompok negara lainnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Makin Tangguh

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Senin, 2 November 2026,...

Oktober Neraca Dagang RI Tetap Surplus Kendati Sedikit Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/11/2026), neraca perdagangan...

Kendati Menurun, Inflasi Oktober Masih Tinggi, Disumbang Lonjakan Harga Bahan Makanan

Laporan Badan Pusat Statistik, Senin (2/11/2026), mengungkapkan, inflasi Indeks...

Berita Terkini