Juni-Juli Jumlah Perjalanan Wisnas ke Luar Negeri Naik Tinggi, Terutama ke Arab Saudi
Lonjakan harga energi dunia yang melambungkan harga tiket pesawat terbang, serta gejolak nilai tukar yang melemahkan rupiah, tidak menyurutkan minat orang Indonesia atau wisatawan nasional (wisnas) melancong ke luar negeri.
Menurut laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) awal September 2926, jumlah perjalanan wisnas ke luar negeri tahun ini secara kumulatif memang menurun dibanding tahun lalu, namun secara bulanantetap meningkat.
Selama Januari-Juli 2026, jumlah perjalanan wisnas ke luar negeri mencapai 5,26 juta perjalanan, atau turun 3,25 persen dibandingkan periode yang sama 2025 (ctc), namun secara bulanan (mtm) tetap meningkat.
Pada Juli 2026 saja, jumlah perjalanan wisnas mencapai 802,67 ribu perjalanan, naik 4,68 persen dibandingkan Juni 2026 (mtm), kendati menurun 7,73 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan Juli 2025.
Bahkan, pada Juni 2026 jumlah perjalanan wisnas mencapai 766,78 ribu perjalanan, melesat 39,32 persen dibandingkan Mei 2026 (mtm), dan naik 5,39 persen dibandingkan Juni 2025 (yoy).
Baca juga: Mei Jumlah WNI yang Melancong ke Luar Negeri Makin Menurun
Lonjakan perjalanan wisnas ke luar negeri itu terutama dipicu keperluan ibadah (umrah) ke Arab Saudi. Karena itu proporsi jumlah perjalanan wisnas ke negara di Timur Tengah itu melonjak.
Pada Juni 2026 proporsi perjalanan wisnas ke Arab Saudi mencapai 25,87 persen dari total jumlah perjalanan ke luar negeri, meningkat hampir 5 kali lipat dibanding Mei 2026 yang hanya 5,65 persen.
Sebaliknya ke negara-negara lain proporsi jumlah perjalanannya menurun. Ke Malaysia, negara tujuan perjalanan wisnas paling favorit hingga saat ini, turun menjadi 26,96 persen dari Mei 2026 sebesar 33,27 persen.
Begitu pula ke negara-negara favorit lain seperti Singapura (proporsinya turun dari 14,69 persen menjadi 11,97 persen), dan Tiongkok (turun dari 10,04 persen menjadi 7,44 persen).
Pada Juli 2026, proporsi jumlah perjalanan wisnas ke Arab Saudi itu turun menjadi 19,49 persen, namun masih tetap jauh lebih tinggi dibanding Mei 2026. Sebelumnya proporsi jumlah perjalanan wisnas ke Arab Saudi rata-rata hanya sekitar 5 persenan.
Baca juga: Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri
Sementara proporsi perjalanan ke negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok dan Thailand meningkat.
Peningkatan tertinggi terjadi pada jumlah perjalanan wisnas ke Malaysia, sehingga proporsionya naik dari 26,96 persen (Juni 2026) menjadi 30,23 persen (Juli 2026) dari total jumlah perjalanan wisnas ke luar negeri.
Kemudian diikuti Singapura (dari 11,97 persen 12,96 persen), Tiongkok (dari 7,44 persen menjadi 7,40 persen), Thailand (dari 3,61 persen menjadi 3,73 persen), Jepang (dari 3,36 persen menjadi 3,35 persen), dan negara-negara lain seperti Australia, Korea Selatan, Vietnam dan lain-lain.