Volume Transaksi Digital Capai 18,1 Miliar Transaksi
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran digital terus meningkat dengan volume transaksi mencapai 18,1 miliar transaksi hingga kuartal ketiga (Q3) 2026 dari 16,1 miliar pada Q2 2026. Secara tahunan, pertumbuhannya juga meningkat dari 36,9 persen menjadi 39,2 persen (yoy), sebagaimana dikutip pada Kamis (5/11).
Transaksi QRIS tumbuh tinggi sebesar 75,8 persen (yoy) kendati melambat dari 100,1 persen pada trwulan sebelumnya. Jumlah pengguna dan merchant QRIS masing-masing telah mencapai 70,6 juta dan 49,4 juta, menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari transaksi sehari-hari masyarakat.
Belanja online juga semakin meluas. Survei Xendit dan Cube terhadap 1.000 responden Indonesia pada bulan Oktober 2026 menunjukkan 70 persen responden menggunakan dompet digital untuk setidaknya separuh pembelian online mereka.
Sementara itu dibanding tahun lalu, 40 persen responden semakin jarang menggunakan pembayaran tunai saat barang tiba (COD). Frekuensi belanja online juga meningkat. Menurut Cube, rata-rata pembeli di Shopee Indonesia bertransaksi 10,3 kali per kuartal pada Q2 2026, dibandingkan 5,9 kali pada Q1 2026.
Perkembangan ini menunjukkan masyarakat semakin terbiasa berbelanja online dan membayar melalui kanal digital. Belanja online juga telah meluas ke kebutuhan harian. Data Tokopedia dan TikTok Shop mencatat lebih dari 66 juta transaksi makanan dan minuman pada Q3 2026, tumbuh 30 persen (yoy), diikuti peningkatan jumlah penjual sebesar 45 persen yoy.
Baca juga: Mulai Oktober Fee Transaksi dengan QRIS Bagi Merchant UMKM Gratis
Pertumbuhan transaksi juga terlihat di berbagai wilayah, termasuk Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Bali. Sementara itu, nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70 persen (yoy) pada semester pertama 2026. Hal ini menunjukkan belanja online semakin menjangkau berbagai kebutuhan konsumen, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.
Momentum akhir tahun ini berpotensi menjaga belanja tetap resilien. Berbagai platform e-commerce mulai menggelar promosi 11.11, menjelang Harbolnas pada 10-16 Desember yang ditargetkan mencapai Rp40 triliun, meningkat dari Rp36,4 triliun pada 2025.
Seiring meningkatnya aktivitas belanja digital, kemudahan pembayaran menjadi semakin penting. Bagi perbankan, perkembangan ini membuka peluang memperluas pilihan pembayaran yang mudah dan andal, sekaligus mendukung aktivitas konsumsi yang diperkirakan tetap resilien hingga akhir tahun.