Rumah Bergaya Jepang di Sawangan? Morizono Siapkan 13 Unit Ready Stock
Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan desain dalam membeli rumah, tapi juga kecepatan serah terima, kualitas bangunan, fasilitas kawasan, hingga potensi perkembangan infrastruktur di sekitarnya.
Tren itu coba ditangkap Morizono melalui Morizono Move-in Fes 2026, yang digelar di Clubhouse Morizono, Gardens at Candi Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (20/9/2026).
Mengusung konsep hunian bergaya Jepang, event ini menjadi momentum Morizono memperkenalkan produk ready stock sebanyak 13 unit, sekaligus memberi kesempatan calon konsumen melihat lebih dekat konsep hunian, fasilitas, pilihan pembiayaan, serta berbagai penawaran yang disiapkan.
Menurut Toyosada Shima, Vice President Director Sumitomo Forestry Indonesia, pengembang Moeizono, hunian ready stock menjadi salah satu daya tarik penting bagi konsumen yang ingin segera menempati rumah.
Selain itu, karena rumahnya ready stock, konsumen juga dapat manfaatkan insentif free Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah.
“Dengan rumah ready stock, konsumen tidak hanya melihat gambar atau maket, tapi dapat mengenal langsung produk dan lingkungan hunian yang ditawarkan,” katanya di sela-sela acara Morizono Move-in Fest, sebagaimana dikutip keterangan Moeizono.
Morizono dikembangkan dengan konsep “The Art of Japanese Living”, yang menggabungkan estetika Jepang dengan kebutuhan hunian modern.
Morizono merupakan bagian dari Gardens at Candi Sawangan, kawasan yang dikembangkan di atas lahan seluas 250 hektare.
Gardens menyebut kawasan tersebut sebagai kawasan hunian terpadu yang menggunakan konsep sustainable living yang mengintegrasikan hunian, fasilitas pendidikan, komersial, ruang terbuka serta berbagai fasilitas penunjang kehidupan keluarga.
Baca juga: Morizono Hadirkan 80 Unit Baru, Bisa Dibeli dengan Insentif PPN DTP
Promo hingga Rp500 juta
Selain menawarkan unit ready stock, Move-in Fest 2026 juga menghadirkan sejumlah promo bagi calon konsumen.
Antara lain, cashback Rp20 juta, limited offer dengan penghematan hingga Rp500 juta, gratis 2 unit AC, serta voucher Rp40 juta yang dapat digunakan di Dekoruma atau Mitra10.
”Dengan paket tersebut, promosi tidak hanya menyentuh harga pembelian rumah, tapi juga kebutuhan konsumen ketika mulai menempati hunian,” jelas Toyosada.
Kehadiran partner seperti Bank Mandiri, Al-Azhar Sawangan, Dekoruma, Mitra10, dan perbankan lainnya, mendukung kebutuhan penghuni saat membeli dan menempati rumah.
Calon pembeli dapat memperoleh informasi mulai dari pembiayaan kepemilikan rumah, kebutuhan furnitur dan perlengkapan rumah, hingga fasilitas pendidikan untuk anak.
Move-in Fest 2026 juga tidak hanya dikemas sebagai kegiatan pemasaran properti. Melalui exclusive talkshow by Mandiri, calon konsumen dapat memperoleh perspektif mengenai pembiayaan properti sekaligus perkembangan kawasan Sawangan.
Format ini membuat acara tidak hanya berorientasi pada transaksi, tapi juga memberikan gambaran lebih luas mengenai perjalanan calon pembeli dari memilih rumah, mendapatkan pembiayaan hingga mempersiapkan kebutuhan setelah rumah ditempati.
Baca juga: Rumah Berkonsep Jepang di Gardens at Candi Sawangan Mulai Diserahterimakan
Penghuni berbagi pengalaman
Daya tarik lainnya adalah kehadiran Orlan Marsel, pemilik shophouse Morizono, yang berbagi pengalaman sebagai penghuni/pemilik.
”Testimoni penghuni menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sebuah proyek properti, karena calon konsumen dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman memiliki produk secara langsung, bukan hanya berdasarkan materi pemasaran,” ungkap Toyosada Shima.
Terlebih, Morizono sebelumnya telah memasuki tahap hunian nyata. PT Graha Perdana Indah bersama Sumitomo Forestry Indonesia telah memulai proses serah terima unit Morizono kepada konsumen pada akhir 2025.
Kolaborasi GPI dan Sumitomo Forestry
Morizono dikembangkan melalui kolaborasi PT Graha Perdana Indah (GPI) dan Sumitomo Forestry Indonesia. Sumitomo Forestry Group adalah developer global yang telah membangun lebih dari 20.000 rumah setiap tahun di berbagai negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, dan Hong Kong.
Konsep hunian dirancang dengan sentuhan arsitektur Jepang oleh Takahiro Fuwa. Konstruksi Morizono menggunakan standar SNI dan ASCE dengan pengawasan tim Jepang.
Salah satu aspek yang menjadi pembeda adalah aspek keberlanjutan. Morizono telah memperoleh sertifikasi EDGE Advanced. Hunian di Moeizono ditargetkan mampu menghemat penggunaan energi hingga 68 persen, mengurangi konsumsi air hingga 25 persen, serta menekan embodied carbon material hingga 24 persen.
Fitur hunian juga dilengkapi berbagai teknologi smart home. Antara lain smart door lock, CCTV, smart light switch, motion sensor dan voice assistant. Morizono juga menggunakan panel surya sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi.
Potensi Morizono juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kawasan Sawangan. Berada di kawasan terpadu Gardens at Candi Sawangan, lokasi Moeizono dekat dengan jaringan tol JORR 2 dan akses tol Depok-Antasari.
Berbagai fasilitas pendidikan, komersial dan kesehatan terus berkembang di sekitarnya. Pemerintah Kota Depok juga tengah melakukan pengembangan infrastruktur di wilayah Sawangan.
Pada Juni 2026, Pemkot Depok memulai pekerjaan rekonstruksi Jalan Alternatif Sawangan sepanjang sekitar 872 meter. Proyek tersebut mencakup pelebaran jalan, pembangunan jembatan, drainase dan trotoar, dengan masa pekerjaan sekitar enam bulan.
