Tahun Ini Perbankan Perkirakan Kredit Hanya Tumbuh 7,51 Persen
Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia yang dilansir awal pekan ini mengungkapkan, secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan III (Q3) 2026 diprakirakan tetap tumbuh, namun lebih rendah dibanding triwulan II (Q2).
Terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru Q3 2026 sebesar 84,65 persen, menurun signifikan dibanding SBT Q2 2026 sebesar 93,08 persen.
Prioritas utama penyaluran kredit oleh responden (perbankan) pada Q3 2026 masih sama. Yaitu, Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.
Pada Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor.
Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada Q3 2026 diprakirakan terbesar pada industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.
Kebijakan penyaluran kredit
Berkebalikan dengan Q2 2026, kebijakan standar penyaluran kredit pada Q3 2026 diprakirakan lebih longgar . Terindikasi dari Index Lenading Standard (ILS) Q3 2026 yang bernilai negatif sebesar 2,25.
Standar penyaluran kredit yang longgar tersebut didorong oleh Kredit Investasi, KPR/KPA, Kredit Modal Kerja, dan Kredit Konsumsi Lainnya. Kebijakan penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar terutama pada aspek plafon kredit dan agunan.
Baca juga: Q2 Penyaluran Kredit Baru Meningkat, Tapi Perbankan Masih Hati-Hati Salurkan KPR
Dana pihak ketiga
Secara kumulatif (ytd), penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai dengan Q3 2026 diprakirakan tetap tumbuh. Terindikasi dari nilai SBT 87,52 persen, relatif stabil dibandingkan Q2 2026 dengan SBT 88,22 persen.
Berdasarkan jenisnya, pada Q3 2026, instrumen tabungan dan giro diprakirakan tumbuh lebih tinggi dengan
SBT 87,08 persen dan 76,38 persen, lebih tinggi dibanding SBT Q3 2025.
Sementara, instrumen deposito diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT 40,97 persen, namun lebih rendah dibanding Q3 2025 dengan SBT 58,75 persen.
Outstanding kredit 2026
Responden memprakirakan, outstanding kredit sampai akhir 2026 hanya tumbuh 7,51 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).
Baca juga: Selama 2025 Kredit Ternyata Tumbuh Lumayan, Tapi Kredit yang Belum Dipakai Masih Tinggi
Prakiraan tersebut termoderasi, dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya untuk pertumbuhan outstanding kredit 2026 sebesar 8,06 persen.
Berdasarkan hasil survei, simpanan masyarakat atau DPK pada akhir 2026 juga diprakirakan hanya tumbuh sebesar 6,18 persen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan 2025 sebesar 13,83 persen (yoy).
Prakiraan tersebut termoderasi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya untuk pertumbuhan DPK 2026 sebesar 8,47 persen (yoy).