Rabu, Agustus 12, 2026
HomeUncategorizedMesin Pertumbuhan Baru: AI

Mesin Pertumbuhan Baru: AI

Kepala Badan Ekosistem Digital Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Firlie H. Ganinduto mengatakan, ekonomi digital tidak lagi sekadar menjadi sektor yang perlu dibuktikan pentingnya tetapi harus diarahkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu menciptakan produktivitas, investasi, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Firlie dalam Opening Ceremony Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 bertajuk “The Nexus of: The Emerging Intelligent Era” yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 11-13 Agustus 2026.

“Ekonomi digital adalah masa depan dan tantangan kita sekarang ini bukan lagi membuktikan bahwa ekonomi digital itu penting. Tantangannya adalah bagaimana kita menjadikan mesin pertumbuhan baru yang menciptakan produktivitas, investasi, lapangan kerja dan nilai tambah di Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers Rabu (12/8).

Firlie menyebut ada tiga area yang perlu mendapatkan perhatian dan eksposur lebih besar: data center, artificial intelligence (AI), dan pengembangan aset digital atau kripto. Pengembangan AI juga harus diarahkan pada pemanfaatan yang aplikatif dan mudah diakses pelaku usaha, termasuk UMKM.

AI juga tidak boleh hanya menjadi teknologi yang digunakan perusahaan besar dan untuk itu perlu didorong AI yang aplikatif dan mudah diakses oleh pelaku usaha. Pemanfaatan AI oleh UMKM harus terus ditingkatkan untuk membaca pola permintaan, menyusun strategi promosi, mengelola persediaan, hingga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

“Bayangkan UMKM menggunakan AI untuk membaca pola permintaan, menyusun promosi yang lebih tepat, mengelola inventory, atau memperbaiki layanan pelanggan. Ketika teknologi dapat membantu usaha kecil menjadi lebih efisien, menjual lebih baik, dan mengambil keputusan dengan lebih cepat, di situlah AI mulai menghasilkan nilai ekonomi yang nyata,” jelasnya.

Baca juga: Menko Airlangga: 2030 Nilai Ekonomi Digital Indonesia Akan Mencapai Rp9.600 Triliun

Karena itu pengembangan AI tidak boleh berhenti hanya pada pembahasan teknologi tetapi diarahkan pada penggunaan dalam kegiatan sehari-hari hingga bagaimana AI bisa dipergunakan pada kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu pengembangan AI membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai karena teknologi ini membutuhkan kapasitas komputasi yang tinggi. Pengembangan data center menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.

Selain infrastruktur, tantangan lainnya bagaimana data center bisa dikembangkan untuk menunjang kemampuan AI. Begitu juga dengan pengembangan talenta digital yang menjadi tantangan penting. Untuk memastikan talenta digital bisa memiliki kemampuan maka pemanfaatan AI juga harus optimal.

“Tantangan berikutnya yaitu membangun sovereign AI atau AI yang tetap memperhatikan kedaulatan data dan teknologi Indonesia. Aspek keamanan serta kualitas data menjadi hal yang harus dijaga dalam pengembangan AI supaya tidak ada kebocoran dalam penggunaan data,” kata Firlie.

Baca juga: Kadin Beberkan Potensi Besar Investasi di Indonesia, AI Salah Satunya

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Boni Pudjianto mengatakan, perkembangan AI saat ini telah memasuki tahap implementasi nyata dalam berbagai sektor. AI tidak lagi berada dalam tahap eksperimen melainkan telah menjadi bagian dari proses produksi di industri, pelayanan publik, pendidikan, hingga transaksi elektronik.

“Kita telah masuk ke proses di perindustrian dengan proses produksinya, di pemerintahan layanan publik, masalah pendidikan, dan bahkan di transaksi elektronik. Data Stanford menunjukkan tingginya tingkat adopsi AI oleh organisasi dan data tersebut memperlihatkan kalau AI telah menjadi bagian dari proses bisnis yang berjalan,” bebernya.

Sebagai catatan, indeks dari Stanford tahun 2020 mencatat bahwa 88 persen organisasi sudah menggunakan AI dalam operasionalnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Sudah di Jalur yang Tepat

Kendati berbagai ekonomi mengritik kondisi ekonomi Indonesia yang hanya...

Indonesia Gandeng China Kembangkan Kawasan Industri Madura

Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengembangan kawasan...

BRI: SAL yang Ditempatkan di Perbankan akan Perkuat Sektor Riil

Bank BRI menyambut baik langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan...

Berita Terkini