Sabtu, Juli 11, 2026
HomeNewsEkonomiKadin Beberkan Potensi Besar Investasi di Indonesia, AI Salah Satunya

Kadin Beberkan Potensi Besar Investasi di Indonesia, AI Salah Satunya

Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai dinamika global, dibutuhkan ruang dialog yang terbuka, praktis, dan bisa dipercaya untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai arah perekonomian nasional. Untuk itu berbagai upaya seperti dialog lintas instansi bahkan negara terus dilakukan.

Dalam konteks ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus melakukan pertemuan rutin dengan berbagai pihak untuk membangun komunikasi yang konstruktif hingga menjadi sebuah platform yang bisa memperkuat kerja sama.

Menurut Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie, ekonomi dunia saat ini semakin terhubung tetap pada saat yang sama juga semakin rentan terhadap berbagai gejolak seperti rantai pasok, arus investasi, kebijakan industry, teknologi, ketahana energi, ketahanan pangan, hingga geopolitik yang saat ini bergerak bersamaan.

“Kondisi tersebut menjadikan diplomasi ekonomi tidak lagi dapat dipisahkan dari dunia usaha. Hubungan antar-pemerintah harus didukung dengan implementasi konkret melalui kerja sama antar-pelaku usaha sehingga berbagai kesepakatan strategis dapat terwujud menjadi perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya di acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast bertajuk “Beyond Uncertainty: Building Indonesia’s Next Economy” pekan ini.

Di tengah situasi tersebut Kadin siap menjadi jembatan antara pemerintah, dunia usaha, Kadin daerah, hingga para mitra internasional untuk memastikan berbagai kerja sama ekonomi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Kadin akan aktif mendukung berbagai agenda diplomasi ekonomi nasional, salah satunya melalui pendampingan proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) sejak tahun 2023. Dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki tahapan teknis aksesi OECD melalui kunjungan fact-finding mission.

Karena itu forum seperti Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai perkembangan positif Indonesia kepada komunitas internasional.

Baca juga: Langkah BI Jaga Stabilitas Diapresiasi Kadin, Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh

Selain OECD, ada sejumlah agenda diplomasi ekonomi yang dijalankan Kadin Indonesia selama satu bulan terakhir mulai dari Indonesia-Germany Economic Dialogue bersama Presiden Republik Jerman H.E. Frank-Walter Steinmeier, partisipasi pada APEC China CEO Forum 2026, China-ASEAN Supply Chain Cooperation Forum, hingga kerja sama akademik dengan Tsinghua University dan jaringan Russell Group dari Inggris.

“Berbagai aktivitas ini juga untuk menunjukkan komitmen Kadin Indonesia dalam memperluas jejaring perdagangan, investasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia dan forum seperti ini juga sangat penting untuk menghadirkan fakta dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat serta berada di jalur yang tepat,” imbuhnya

Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menyebut salah satu sektor yang akan sangat berkembang di Indonesia. Ia menilai perkembangan sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

“Ke depan AI akan menjadi center stage bagi Indonesia dan akan ada investasi puluhan miliar dolar Amerika untuk membangun computing center dengan teknologi Graphics Processing Unit (GPU) paling mutakhir. Sekarang tengah dibangun landing point jaringan internasional di Batam dan Bitung serta pengembangan data center dan computing center berkapasitas besar,” bebernya.

Berbagai investasi strategis ini harus dipahami oleh dunia usaha dan komunitas internasional sehingg terus memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia. Negeri ini juga merupakan salah satu dari tiga kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik pada abad berikutnya bersama Amerika dan China yang membuat peluang ekonomi Indonesia sangat besar.

Baca juga: Optimisme Kadin Indonesia Menjadi Negara Maju

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca perdagangan hingga sektor perbankan dinilai masih berada dalam kondisi yang terjaga.

“Ekonomi kita masih mampu tumbuh sekitar 5,1 persen dengan neraca perdagangan secara kumulatif tahun berjalan tetap mencatatkan surplus meski sempat defisit satu bulan terakhir. Secara umum neraca perdagangan year to date juga masih positif,” jelasnya.

Pemerintah menyiapkan salah satu kebijakan pembebasan bea masuk impor bahan baku plastic bagi industri kimia. Pemerintah juga akan memberikan tarif bea masuk nol untuk impor LPG sebagai bahan baku industri petrokimia selama enam bulan. Kondisi sektor perbakan juga tetap kuat yang tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang mencapai dua digit serta penyaluran kredit yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Baik World Bank, IMF, maupun OECD masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen, jadi semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid,” pungkas Airlangga.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Klaim Stimulus Transportasi Semester II Capai Target

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai risiko...

Juni Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Makin Minus

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Juni 2026 yang...

Menteri Nusron: Mulai Awal Agustus 2026 Layanan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan...

Berita Terkini