Kamis, April 23, 2026
HomeNewsEkonomiOptimisme Kadin Indonesia Menjadi Negara Maju

Optimisme Kadin Indonesia Menjadi Negara Maju

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha dalam mendukung langkah Indonesia menuju negara maju melalui proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Menurut Anindya, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi berkembang yang kuat untuk menjadi negara maju. Ada banyak indikator dan arah yang jelas untuk Indonesia bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju.

“Ini bukan sekadar ambisi tapi merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa sekaligus tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu kita juga harus menekankan pentingnya refleksi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi khususnya terkait kualitas institusi,” ujarnya di acara National Seminar on Indonesia OECD Accession & Private Sector Impications di Jakarta pekan ini.

OECD merupakan organisasi kerja sama dan pembangunan ekonomi internasional dengan 38 negara anggota yang bertujuan mendorong kemakmuran dan kesetaraan anggotanya. Sebagai pelaku usaha, kondisi pasar akan selalu menghargai kepercayaan dan investor menghargai kepastian. Kepercayaan dan kepastian ini yang pada akhirnya akan bertumpu pada institusi.

Baca juga: Pendapatan Perkapita Jakarta Sudah USD21.000, Indonesia Baru Menuju USD5.000

Keputusan pemerintah untuk mendorong aksesi OECD merupakan langkah strategis yang tepat dalam mendukung target Indonesia Emas pada 2045. Kadin Indonesia sebagai organisasi yang dibentuk berdasarkan UU, memiliki peran untuk menghimpun, membina, mewakili, dan memperjuangkan kepentingan dunia usaha sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional.

Anindya mengemukakan beberapa data, hasil Kadin Business Pulse Survey menyebut kalau hampir 50 persen pelaku usaha di Indonesia berencana melakukan ekspansi dalam enam bulan ke depan. Hal ini menunjukkan tingkat optimisme yang tinggi.

Namun tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah birokrasi dan regulasi, yang disebutkan oleh 20 persen responden sebagai hambatan terbesar. Sementara itu faktor yang paling meningkatkan kepercayaan pelaku usaha adalah kebijakan pemerintah pusat (45 persen), diikuti oleh insentif fiskal yang berisiko serta peningkatan kepastian hukum.

Baca juga: Wamenkeu Suahasil: 5 Kunci untuk Keluar dari Middle Income Trap

Terkait hal ini, aksesi OECD dapat membantu Indonesia memperkuat koherensi regulasi, meningkatkan standar pemerintahan, serta menciptakan lingkungan usaha yang lebih prediktif.

“Pada akhirnya ini adalah kepentingan untuk Bangsa Indonesia. Jika kita bekerja bersama dalam semangat Indonesia Incorporated seperti yang selalu disampaikan Presiden Prabowo, maka aksesi OECD akan menjadi akselerator nyata bagi transformasi Indonesia menjadi negara maju,” imbuh Anin.

Berita Terkait

Ekonomi

Bos BI: Rupiah Sudah Undervalued, Akan Menguat Selaras Fundamental Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, nilai tukar...

Dari 500 Ribuan Investor SBN, Perempuan Baru 9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya peran...

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Berita Terkini