Selasa, Juni 23, 2026
HomeMoneterBI Rate Naik, Tapi Likuiditas Tetap Longgar untuk Dorong Penyaluran Kredit

BI Rate Naik, Tapi Likuiditas Tetap Longgar untuk Dorong Penyaluran Kredit

Kendati BI Rate naik 100 basis poin dalam sebulan terakhir, likuiditas di pasar tetap longgar. Tercermin dari jumlah uang beredar yang meningkat lebih tinggi seperti dilaporkan Bank Indonesia (BI), Selasa (23/6/2026).

Menurut BI, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 mencapai Rp10.415,9 triliun, atau tumbuh 10,8 persen (yoy) dibanding 9,2 persen (yoy) pada April. Pada Mei 2026, BI menaikkan bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin, disusul dua kali kenaikan lagi masing-masing 25 basis poin pada Juni 2026.

Peningkatan M2 itu didukung pertumbuhan uang beredar sempit atau M1 (uang kertas dan logam serta giral (giro rupiah) sebesar 15,3 persen (yoy) dan uang kuasi (tabungan, deposito, rekening valas) sebesar 6 persen (yoy).

Perkembangan M1 (pangsa 57,8 persen dari M2) dipengaruhi giro rupiah yang tumbuh 23,9 persen (yoy), lebih tinggi dibanding April 2026 sebesar 21,3 persen (yoy), yang mengindikasikan lebih bergairahnya dunia usaha.

Sementara uang kartal (kertas dan logam) serta tabungan rupiah masing-masing tumbuh 16,6 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy), meningkat dibanding 15,7 persen (yoy) dan 7,1 persen (yoy) pada April 2026.

Baca juga: Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Sedangkan pertumbuhan uang kuasi (pangsa 41,5 persen dari M2), dipengaruhi pertumbuhan giro valas 10,5 persen (yoy) dan tabungan lainnya 22,2 persen (yoy), dibanding April 2026 sebesar 0,6 persen (yoy) dan 17,7 persen. Sebaliknya simpanan berjangka atau deposito merosot pertumbuhannya menjadi 3,3 persen (yoy) pada Mei 2026 dibanding 4,6 persen (yoy) pada April 2026.

Menurut BI, perkembangan M2 pada Mei 2026 dipengaruhi penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit tumbuh 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibanding April 2026 sebesar 9,4 persen (yoY0, dan aktiva luar negeri bersih tumbuh 5,2 persen (yoy) dibanding April 2026 sebesar 3,7 persen (yoy).

Baca juga: BI Pastikan Kebijakan Likuiditas Longgar untuk Dorong Kredit

Likuiditas yang longgar itu juga terlihat pada penghimpunan simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) di perbankan yang pada Mei 2026 mencapai 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibanding 9,5 persen p(yoy) pada April 2026.

Didorong giro dan tabungan yang tumbuh 20,4 persen (yoy)( dan 10,2 persen (yoy), dibanding 15,9 persen (yoy) dan 8,9 persen (yoy) pada April 2026. Sementara pertumbuhan deposito menurun menjadi 3,5 persen (yoy) dibanding 4,6 persen (yoy) pada April 2026.

Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK Mei 2026 dipengaruhi pertumbuhan DPK korporasi dan perorangan sebesar 18,6 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy) dibanding 16,2 persen (yoy) dan 3 persen (yoy) pada April 2026. Sedangkan DPK lainnya tumbuh 3 persen (yoy), lebih rendah dibanding April 2026 sebesar 4 persen (yoy).

BI mempertahankan kebijakan likuiditas longgar untuk menjaga bunga kredit di level yang rendah, sebagai insentif kepada perbankan untuk tetap gencar menyalurkan kredit.

Berita Terkait

Ekonomi

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Pemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat...

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Berita Terkini