Sabtu, Mei 23, 2026
HomeNewsEkonomiMenkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja dan kebijakan pemerintah, serta akselerasi sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

Melalui penguatan likuiditas perbankan dan dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif, pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam sikusi Jogja Financial Fertival di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026), yang diselenggarakan kelompok media CT Group.

“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup, sehingga perbankan kita paksa bekerja, menyalurkan uangnya ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector. Jadi, sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” kata Purbaya melalui keterangan resmi.

Baca juga: April Likuiditas Perekonomian atau Uang Beredar Tetap Longgar

Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya dapat dicapai bila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.

Salah satu langkah utama yang dilakukan pemerintah, adalah memastikan kecukupan likuiditas di sektor keuangan. Dana sebesar Rp200 triliun sudah dipindahkan dari Bank Indonesia ke sistem perbankan guna memperkuat kemampuan penyaluran kredit kepada dunia usaha.

“Jadi, angka 8 persen itu tinggi memang, cuman bukan mustahil. Kalau sekarang saya udah mulai melihat, gimana cara memperbaikinya? Pertama saya pastikan swasta bisa tumbuh dengan kecukupan uang di sektor finansial.” jelas Menkeu dalam diskusi yang dipandu bos besar CT Group Chairul Tanjung itu.

Sementara untuk memperbaiki iklim investasi, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, yang beranggotakan lintas kementerian untuk mengatasi berbagai hambatan dalam investasi.

Termasuk persoalan perizinan dan koordinasi antar instansi. Melalui pendekatan ini, sejumlah persoalan proyek strategis dapat dipercepat proses penyelesaiannya.

Baca juga: Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga, Purbaya Tunjukkan Datanya

Menkeu juga menyampaikan, pemerintah akan menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi perusahaan berorientasi ekspor.

Dukungan tersebut akan disalurkan melalui Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dengan tingkat bunga sekitar 5–6 persen. “Dari situ, masyarakat atau bussinessman bisa melihat betapa serius kita memperbaiki ekonomi investasi,” pungkas Menkeu.

Berita Terkait

Ekonomi

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga, Purbaya Tunjukkan Datanya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, per akhir April...

Berita Terkini