Q1 Tak Ada Pasokan Baru, Pasar Gudang Catat Rekor Okupansi Tertinggi
Marketbeat triwulan satu (Q1) versi perusahaan konsultan Cushman & Wakefield yang dirilis pekan lalu mencatat, pada kuartal pertama 2026 Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mencatat tambahan pasokan lahan industri baru yang signifikan, mencapai total sekitar 100 hektare.
Selain itu, pasokan mendatang lahan industri yang cukup besar di sub-pasar Karawang, dalam tahap persiapan dan diperkirakan akan diluncurkan pada akhir tahun ini.
Sementara tidak terdapat tambahan pasokan gudang sewa baru selama kuartal I 2026. Namun, beberapa proyek gudang di Jakarta dan Karawang, saat ini dalam tahap konstruksi dan diproyeksikan akan selesai pada beberapa kuartal mendatang.
Permintaan lahan industri pada kuartal pertama 2026 mencapai 68 hektare, yang sebagian besar didorong oleh investor lokal, dengan sub-pasar Bekasi dan Purwakarta mencatat porsi permintaan terbesar.
Baca juga: Sektor Properti Lain Masih Jalan di Tempat, Pasar Gudang dan Logistik Terus Menguat
Sektor tekstil dan FMCG menjadi kontributor utama permintaan selama kuartal ini. Sementara penyesuaian serapan sekitar 30 hektare pada kuartal sebelumnya, terutama berasal dari pengembangan pusat data (data center).
Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah industri yang memproduksi dan menjual barang kebutuhan sehari-hari yang cepat habis, dibeli dalam jumlah banyak, dan memiliki perputaran pergerakan yang cepat di pasaran.
Sementara itu, pasar gudang terus menunjukkan kinerja yang kuat. Didukung peningkatan signifikan tingkat hunian yang mencapai rekor tertinggi baru sebesar 92,6 persen, dengan Jakarta mencatat tingkat hunian tertinggi di kawasan Jabodetabek.
Baca juga: Astra Property Tawarkan Fasilitas Gudang “Build to Suit”
Komposisi penyewa relatif tidak berubah, dengan sektor logistik dan otomotif tetap menjadi sumber utama permintaan gudang.
Awal 2026 mencatat kenaikan harga lahan industri rata-rata sebesar 3,7 persen secara tahunan (yoy), menjadi sekitar Rp2.966.000/m2, yang mempertahankan tren kenaikan pasar.
Pada saat yang sama, tarif sewa gudang meningkat menjadi sekitar Rp81.741/m2/bulan, mencerminkan kenaikan moderat namun stabil sebesar 2,7 persen (yoy).