Rabu, Mei 20, 2026
HomeBankKinerja Permata Bank 2025 Bagus, Raih Laba Rp3,6 Triliun

Kinerja Permata Bank 2025 Bagus, Raih Laba Rp3,6 Triliun

Permata Bank mengumumkan pencapaian kinerja yang positif hingga akhir tahun 2025 lalu. Total Pendapatan tercatat tumbuh sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun terutama dikontribusikan dari kenaikan pendapatan non bunga yang signifikan sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Pencapaian yang positif juga tercermin dari kinerja laba setelah pajak menjadi Rp3,6 triliun pada akhir tahun 2025. Penyaluran kredit meningkat sebesar 5,5 persen (yoy) menjadi Rp163,3 triliun, diiringi kualitas kredit yang terjaga stabil dengan rasio NPL Gross pada level 2,1 persen.

Untuk menciptakan nilai bisnis yang bermakna bagi seluruh pemangku kepentingan, Permata Bank senantiasa fokus pada penguatan keunggulan kompetitif seperti memperdalam hubungan dengan nasabah dan mendorong profitabilitas yang berkelanjutan.

“Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025 lalu, kami terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan. Kinerja kami mencerminkan fundamental yang resilien, terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah,” ujar Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli melalui siaran pers dikutip Rabu (20/5).

Baca juga: Kinerja Permata Bank Moncer, Bukukan Laba Rp1,6 Triliun

Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, Permata Bank tetap fokus untuk mencapai pertumbuhan yang bertanggung jawab dengan tetap dekat bersama nasabahnya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang semakin dinamis dengan tantangan-tantangan baru, Permata Bank terus berupaya menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan dalam menjalankan aktivitasnya sebagai salah satu intermediasi lembaga keuangan di Indonesia.

Hingga saat ini Permata Bank secara konsisten bisa menjaga tingkat likuiditas di level yang sehat melalui manajemen struktur neraca yang optimal, tercermin dari rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat sebesar 84,5 persen pada akhir tahun 2025.

Di samping itu, rasio likuiditas berdasarkan ketentuan Basel III juga terjaga jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100 persen. Hingga kuartal keempat tahun 2025, bank mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata pada level 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 126,8 persen di akhir Desember 2025.

Total Aset Bank naik sebesar 3,6 persen (yoy) menjadi Rp268,3 triliun pada posisi December 2025 dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 3,9 persen menjadi Rp192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen. Rasio CASA bank pun tercatat naik menjadi 63,9 persen dibandingkan 55,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran juga kredit meningkat 5,5 persen (yoy) menjadi Rp163,3 triliun pada periode Desember 2025 dibandingkan pada periode Desember 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dari segmen korporasi yang naik 11,2 persen menjadi Rp99,6 triliun.

Baca juga: Gedung Permata Bank Bintaro Raih Sertifikasi Green Building

Sementara Permata Bank Unit Usaha Syariah juga melanjutkan kinerja positifnya dengan mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen (yoy). Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.

Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah mencapai Rp27 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 13,4 persen. Hal ini menghantarkan rasio CASA Unit Usaha Syariah (UUS) meningkat menjadi 73,6 persen, di atas rata-rata industri perbankan syariah. UUS tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia.

“Aktivitas lainnya seperti kolaborasi kami dengan Bangkok Bank tidak hanya memperluas konektivitas tetapi juga memperkuat kredibilitas. Permata Bank mempertegas kepercayaan tersebut dengan memperkuat kemitraan lintas negara, meningkatkan pengalaman digital, dan memperdalam hubungan dengan nasabah,” pungkas Meliza.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 portofolio pembiayaan berkelanjutan Permata Bank juga tumbuh 33,3 persen menjadi Rp30,1 triliun atau 18,4 persen dari total pembiayaan, termasuk dukungan bagi proyek energi terbarukan dan properti bersertifikat hijau.

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga, Purbaya Tunjukkan Datanya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, per akhir April...

Audiensi Kadin Indonesia-KLH/BPLH Bahas Green Jobs Hingga Nilai Tambah Hijau

Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan audiensi dengan...

Berita Terkini