20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi, 3 Diantaranya Negara Tetangga RI
Utang berbagai negara di dunia makin menjadi sorotan, karena nilai dan rasionya yang terus meningkat. Bahkan, sejumlah negara memiliki rasio utang lebih dari 100-300 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau setara lebih dari 1-3 kali nilai perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) tahunannya.
Berdasarkan laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis Institute of International Finance (IIF), dan dikutip CNBC Indonesia pekan lalu, ada 20 negara yang mencatat rasio utang tertinggi di dunia. Utang yang dimaksud di sini tidak hanya dari pemerintah dan korporasi, tapi juga rumah tangga.
Dalam laporan itu, Hong Kong menempati posisi pertama dengan rasio utang terbesar di dunia, mencapai 380 persen PDB. Disusul Jepang dengan rasio utang 372 persen PDB.
Kendati sangat tinggi, utang pemerintah otonomi khusus Hong Kong sendiri tidak terlalu besar, hanya 67 persen PDB, dan utang rumah tangga 86 persen PDB. Yang membuat rasio utangnya begitu tinggi, adalah utang korporasi yang mencapai 227 persen PDB.
Sebaliknya utang Jepang, lebih banyak berasal dari pemerintah. Dari rasio utang Jepang sebesar 372 persen PDB, utang pemerintah mencapai 199 persen PDB.
Yang juga tinggi, rasio utang Singapura yang mencapai 347 persen, Prancis 326 persen, Kanada 315 persen, dan China 298 persen.
Baca juga: Triwulan I 2026 Total Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun
Sementara rasio utang Indonesia (dengan memasukkan utang rumah tangga) terbilang rendah. Hanya 79 persen dari PDB. Yaitu, utang rumah tangga 15 persen, utang korporasi nonkeuangan 24 persen, dan utang pemerintah 40 persen.
Dibanding negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) pun, rasio utang Indonesia terbilang paling rendah. Rasio utang Filipina misalnya, mencapai 96 persen dari PDB, Laos 114 persen, Vietnam 161 persen, Thailand 223 persen, Malaysia 224 persen, dan Singapura 347 persen.
Para pengamat mengakui rasio utang Indonesia termasuk yang rendah dibanding banyak negara lain. Namun, untuk utang pemerintah yang harus dilihat adalah kemampuan membayar utang tersebut, karena kenaikan nilai utang sering tidak sepadan dengan peningkatan penerimaan negara.
Dengan kata lain, yang harusdicermati adalah rasio cicilan utang (pokok + bunga) terhadap pendapatan negara atau debt service ratio (DSR), yang untuk Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 46 persen.
Baca juga: Utang Luar Negeri Pemerintah Terus Bertambah, Swasta Terus Menurun
Artinya sebanyak 46 persen penerimaan negara habis untuk mencicil utang (pokok dan bunganya), sehingga kemampuan APBN mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat makin kecil.
Kondisi itu membuat investor melihat obligasi negara atau SBN yang diterbitkan pemerintah, sebagai investasi yang berisiko, sehingga menuntut imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Yield lebih tinggi, DSR akan kian meningkat bila pemerintah terus menambah utang baru.
20 Negara dengan Rasio Utang Terbesar di Dunia (%)
|
No |
Negara |
Utang Rumah Tangga
|
Utang Korporasi Nonkeuangan
|
Utang Pemerintah |
Total |
| 1 | Hongkong | 86 | 227 | 67 | 380 |
| 2 | Jepang | 60 | 113 | 199 | 372 |
| 3 | Singapura | 45 | 130 | 172 | 347 |
| 4 | Perancis | 59 | 156 | 110 | 328 |
| 5 | Kanada | 100 | 118 | 97 | 315 |
| 6 | China | 60 | 142 | 97 | 298 |
| 7 | Amerika Serikat | 68 | 73 | 123 | 284 |
| 8 | Korea Selatan | 89 | 111 | 49 | 249 |
| 9 | Italia | 36 | 59 | 141 | 236 |
| 10 | Malaysia | 70 | 88 | 66 | 224 |
| 11 | Thailand | 88 | 76 | 60 | 223 |
| 12 | Bahrain | 24 | 56 | 143 | 223 |
| 13 | Inggris Raya | 74 | 59 | 81 | 214 |
| 14 | Jerman | 49 | 89 | 63 | 200 |
| 15 | Israel | 43 | 71 | 70 | 184 |
| 16 | Brasil | 36 | 50 | 92 | 178 |
| 17 | Yordania | 27 | 56 | 90 | 172 |
| 18 | Grenada | 37 | 64 | 68 | 168 |
| 19 | Maladewa | 18 | 17 | 132 | 167 |
| 20 | India | 39 | 43 | 74 | 163 |
Sumber: Global Debt Monitor Triwulan IV-2025, Institute of International Finance (IIF), dikutip dari CNBC Indonesia, Mei 2026