Selasa, Mei 19, 2026
HomeNewsEkonomi20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi, 3 Diantaranya Negara Tetangga RI

20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi, 3 Diantaranya Negara Tetangga RI

Utang berbagai negara di dunia makin menjadi sorotan, karena nilai dan rasionya yang terus meningkat. Bahkan, sejumlah negara memiliki rasio utang lebih dari 100-300 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau setara lebih dari 1-3 kali nilai perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) tahunannya.

Berdasarkan laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis Institute of International Finance (IIF), dan dikutip CNBC Indonesia pekan lalu, ada 20 negara yang mencatat rasio utang tertinggi di dunia. Utang yang dimaksud di sini tidak hanya dari pemerintah dan korporasi, tapi juga rumah tangga.

Dalam laporan itu, Hong Kong menempati posisi pertama dengan rasio utang terbesar di dunia, mencapai 380 persen PDB. Disusul Jepang dengan rasio utang 372 persen PDB.

Kendati sangat tinggi, utang pemerintah otonomi khusus Hong Kong sendiri tidak terlalu besar, hanya 67 persen PDB, dan utang rumah tangga 86 persen PDB. Yang membuat rasio utangnya begitu tinggi, adalah utang korporasi yang mencapai 227 persen PDB.

Sebaliknya utang Jepang, lebih banyak berasal dari pemerintah. Dari rasio utang Jepang sebesar 372 persen PDB, utang pemerintah mencapai 199 persen PDB.

Yang juga tinggi, rasio utang Singapura yang mencapai 347 persen, Prancis 326 persen, Kanada 315 persen, dan China 298 persen.

Baca juga: Triwulan I 2026 Total Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun

Sementara rasio utang Indonesia (dengan memasukkan utang rumah tangga) terbilang rendah. Hanya 79 persen dari PDB. Yaitu, utang rumah tangga 15 persen, utang korporasi nonkeuangan 24 persen, dan utang pemerintah 40 persen.

Dibanding negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) pun, rasio utang Indonesia terbilang paling rendah. Rasio utang Filipina misalnya, mencapai 96 persen dari PDB, Laos 114 persen, Vietnam 161 persen, Thailand 223 persen, Malaysia 224 persen, dan Singapura 347 persen.

Para pengamat mengakui rasio utang Indonesia termasuk yang rendah dibanding banyak negara lain. Namun, untuk utang pemerintah yang harus dilihat adalah kemampuan membayar utang tersebut, karena kenaikan nilai utang sering tidak sepadan dengan peningkatan penerimaan negara.

Dengan kata lain, yang harusdicermati adalah rasio cicilan utang (pokok + bunga) terhadap pendapatan negara atau debt service ratio (DSR), yang untuk Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 46 persen.

Baca juga: Utang Luar Negeri Pemerintah Terus Bertambah, Swasta Terus Menurun

Artinya sebanyak 46 persen penerimaan negara habis untuk mencicil utang (pokok dan bunganya), sehingga kemampuan APBN mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat makin kecil.

Kondisi itu membuat investor melihat obligasi negara atau SBN yang diterbitkan pemerintah, sebagai investasi yang berisiko, sehingga menuntut imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Yield lebih tinggi, DSR akan kian meningkat bila pemerintah terus menambah utang baru.

20 Negara dengan Rasio Utang Terbesar di Dunia (%)

 

No

 

Negara

 

Utang Rumah Tangga

 

 

Utang Korporasi Nonkeuangan

 

 

Utang Pemerintah

 

Total

1 Hongkong 86 227 67 380
2 Jepang 60 113 199 372
3 Singapura 45 130 172 347
4 Perancis 59 156 110 328
5 Kanada 100 118 97 315
6 China 60 142 97 298
7 Amerika Serikat 68 73 123 284
8 Korea Selatan 89 111 49 249
9 Italia 36 59 141 236
10 Malaysia 70 88 66 224
11 Thailand 88 76 60 223
12 Bahrain 24 56 143 223
13 Inggris Raya 74 59 81 214
14 Jerman 49 89 63 200
15 Israel 43 71 70 184
16 Brasil 36 50 92 178
17 Yordania 27 56 90 172
18 Grenada 37 64 68 168
19 Maladewa 18 17 132 167
20 India 39 43 74 163

 

Sumber:  Global Debt Monitor Triwulan  IV-2025, Institute of International Finance (IIF), dikutip dari CNBC Indonesia, Mei 2026

 

Berita Terkait

Ekonomi

Audiensi Kadin Indonesia-KLH/BPLH Bahas Green Jobs Hingga Nilai Tambah Hijau

Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan audiensi dengan...

Triwulan I 2026 Total Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun

Utang pemerintah (dalam rupiah dan valuta asing) terus meningkat....

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

Berita Terkini