Senin, Mei 18, 2026
HomeNewsEkonomiMelorot Optimisme Lulusan Pascasarjana, Diploma, dan SMA Terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja

Melorot Optimisme Lulusan Pascasarjana, Diploma, dan SMA Terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan lalu mengungkapkan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan masih kuat.

Tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2026 sebesar 129,6 (>100 = optimis), meskipun sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 130,4.

Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha masing-masing sebesar 136,9, 127,7, dan 124,1, kendati menurun dibanding Maret 2026 sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5.

Baca juga: Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis

Optimisme responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan indeks pada kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta), menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), dan kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) sebesar 134,6, 141,4, dan 141,1, dari sebelumnya 134,4, 139,6, dan 138,7.

Sedangkan kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dan menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta), menurun optimismenya menjadi 129,2 dan 132,8 dari sebelumnya 131,1 dan 135,2.

Prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang, juga masih pada seluruh tingkat pendidikan, meskipun mayoritas mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya.

Paling melorot optimismenya kelompok pascasarjana dengan indeks 122,5 dari sebelumnya 136,3. Diikuti tingkat pendidikan diploma/akademi dari 130,7 menjadi 125,0, dan SMA dari 126,4 menjadi 126. Yang sedikit naik optimismenya hanya kaum sarjana dengan indeks 132,8 dari sebelumnya 130,9.

Untuk kondisi ekonomi saat ini pun, optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja juga hanya meningkat pada kaum sarjana. Sedangkan 3 tingkat pendidikan lainnya, menurun persepsi positifnya.

Baca juga: Menurun Optimisme Kaum Menengah ke Bawah Terhadap Kondisi Ekonomi

Penurunan optimisme terhadap prospek ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan itu, selaras dengan ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan yang juga menurun kendati masih di zona optimis, seperti sudah disinggung di awal tulisan.

Dari 5 kelompok pengeluaran, hanya kaum menengah bawah dan kaum atas yang naik optimismenya terhadap kegiatan usaha ke depan. Sedangkan kaum bawah, menengah, dan menengah atas, menurun optimismenya.

Penurunan indeks paling dalam pada kaum menengah dari 125,4 menjadi 118,4, diikuti kaum bawah dan kaum menengah atas. Secara keseluruhan, kaum menengah atas dan kaum atas paling kuat optimismenya, dengan indeks 129,2 dan 128,6.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini