Selasa, Mei 12, 2026
HomeBerita PropertiQ1 Ruang Kantor di CBD Jakarta Terserap 19.500 M2, Didominasi Perkantoran Grade...

Q1 Ruang Kantor di CBD Jakarta Terserap 19.500 M2, Didominasi Perkantoran Grade A

Marketbeat Cushman & Wakefield triwulan pertama 2026 yang dirilis pekan lalu mencatat, selama triwulan I tahun ini, tidak ada tambahan pasokan baru di pasar perkantoran di pusat bisnis utama (central business district/CBD) Jakarta.

Total stok perkantoran di CBD Jakarta tetap berada di kisaran 7,4 juta m2 pada akhir Maret 2026. Paling banyak di Sudirman (2,795 juta m2), Kuningan (1,738 juta m2), dan Gatot Subroto (1,218 juta m2). Selenihnya di Thamrin, Satrio-Mas Mansyur, Senayan dan lain-lain.

Selama triwulan I 2026 tercatat 19.500 m2 transaksi ruang perkantoran di CBD Jakarta. Karena tidak ada pasokan baru, transaksi tersebut mendorong kenaikan tingkat hunian (okupansi) ruang kantor di CBD Jakarta 0,3 persen secara triwulanan (qtq), menjadi 76,9 persen. Sebagian besar serapan bersih, sekitar 75 persen, masih disumbang perkantoran premium atau grade A.

Baca juga: Colliers: Perkantoran dan Ritel, Penyewa Cari Ruang Lebih Kecil

Di antara transaksi itu, adalah dua transaksi sewa berskala besar dari institusi pemerintah (5.000 m2/ekspansi) dan perusahaan perkebunan (1.300 m2/relokasi) di Trinity Tower, Kuningan, serta di Wisma Nugra Santana (1.300 m2/ekspansi) di Sudirman oleh perusahaan BUMN, dan Capital Place (3.700 m2/relokasi) di Gatot Subroto oleh perusahaan perbankan.

Sementara transaksi en-bloc (borongan) atas Pacific Century Place Tower (93.300 m2) di kawasan SCBD Sudirman oleh investor China, telah dikonfirmasi selesai pada triwulan pertama 2026 dengan total nilai transaksi sekitar USD400 juta.

Kendati ada sedikit kenaikan okupansi, Cushman mencatat pPada akhir Maret 2026, rata-rata tarif sewa dasar dalam rupiah masih stabil di kisaran Rp176.700/m2/bln, mencerminkan perubahan 0,4 persen secara triwulanan (qoq) atau 2,7 persen secara tahunan (yoy).

Baca juga: Opini: Pasar Perkantoran

Dalam dolar AS, tarif sewa dasar mengalami penurunan sebesar 1,3 persen (qoq), terutama disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sementara service charge (IPL), meningkat 0,6 persen (qoq) ke kisaran Rp95.300/m2/bln.

“Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih berlangsung akibat dampak konflik geopolitik, khususnya konflik terbaru di Timur Tengah, permintaan ruang perkantoran di CBD Jakarta diperkirakan tetap positif sepanjang tahun ini. Tingkat hunian secara keseluruhan diproyeksikan sedikit naik, seiring tidak adanya tambahan pasokan baru sepanjang 2026,” tutup laporan Cushman.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Dorong Penguatan Eksosistem UMKM

Penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam...

Harga Beras Selalu Naik, Tapi Daya Beli Petani Makin Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini (4/5/2026),...

Berita Terkini