Selasa, Mei 12, 2026
HomeBankQ1 2026 Bank CIMB Niaga Catat Laba Rp2,3 Triliun

Q1 2026 Bank CIMB Niaga Catat Laba Rp2,3 Triliun

Bank CIMB Niaga mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) periode kuartal pertama tahun 2026 (Q1) dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share sebesar Rp70,2.

Presiden Direktur & CEO Bank CIMB Niaga Lani Darmawan, perusahaan bisa memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan juga terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders.

“Perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (CASA) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9 persen sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Senin (11/5).

Selain itu kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di bawah rata-rata industri dan biaya kredit (cost of credit/CoC) yang tetap terjaga di bawah 1 persen.

Selain itu, bisnis wealth management dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat sekaligus memperkuat basis pendapatan yang semakin terdiversifikasi.

“Ke depan dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin,” imbuhnya.

Baca juga: 7 Dekade CIMB Niaga, Bank Pertama Yang Hadirkan Mesin ATM Hingga Perbankan Online

Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasinya.

Hasil yang baik pada kuartal ini juga kian memperkuat keyakinan perusahaan untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.

Bank CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 25,3 persen dan 89,2 persen. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026, yang semakin memperkuat posisi Bank CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun (+2,3 persen yoy), didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 12,2 persen (yoy) menjadi Rp192,3 triliun sehingga rasio CASA naik menjadi 73,9 persen. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman perbankan digital.

Sementara itu total kredit atau pembiayaan tumbuh 2,2 persen (yoy) menjadi Rp235,1 triliun dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Corporate Banking sebesar 4,8 persen diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2 persen, serta Consumer Banking sebesar 0,2 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Dorong Penguatan Eksosistem UMKM

Penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam...

Harga Beras Selalu Naik, Tapi Daya Beli Petani Makin Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini (4/5/2026),...

Berita Terkini