Rabu, Agustus 19, 2026
HomeBankSemester I CIMB Niaga Raih Laba Rp4,3 Triliun

Semester I CIMB Niaga Raih Laba Rp4,3 Triliun

Bank CIMB Niaga mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk semester pertama tahun 2026. Pada periode ini, kinerja yang diraih antara lain total kredit pembiayaan tumbuh 6,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp247,2 triliun, sementara current account and savings account (CASA) meningkat 6,9 persen (yoy) menjadi Rp193,1 triliun. Laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp4,3 triliun, dan menghasilkan earnings per share Rp136,67.

Menurut Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan, sangat bersyukur dengan capaian kinerja bisnis semester satu yang stabil dengan didukung pertumbuhan pada kredit atau pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan serta implementasi strategi yang disiplin.

“Pendapatan operasional (revenue) dan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) masing-masing tumbuh 6,8 persen dan 6,5 persen (yoy). Selain itu peningkatan kontribusi pendapatan non-bunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan,” ujarnya melalui siaran pers Rabu (19/8).

Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik yang tercermin dari perbaikan gross non-performing loans (NPL) menjadi 1,83 persen. Pada periode yang sama, secara prudent Bank CIMB Niaga memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku.

Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perusahaan sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Kami akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah, mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital,” imbuhnya.

Baca juga: Q1 2026 Bank CIMB Niaga Catat Laba Rp2,3 Triliun

Hal ini juga sejalan dengan purpose perusahaan yaitu Advancing Customers & Society dengan komitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat.

CIMB Niaga juga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,5 persen dan 90,4 persen.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp382 triliun (naik 6,7 persen) yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Total dana pihak ketiga meningkat menjadi Rp269,3 triliun (tumbuh 2,8 persen), dengan rasio CASA naik menjadi 71,7 persen. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman dengan ekosistem perbankan digital Bank.

Baca juga: CIMB Niaga Tawarkan KPR Hijau dan KPR One House One Tree

“Jumlah pembiayaan naik 6,6 persen didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 13,8 persen sementara segmen komersial tumbuh 4,6 persen. Usaha Kecil Menengah tumbuh 2,9 persen dan konsumer 0,1 persen. Sementara kenaikan di pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan kredit otomotif dan properti yang meningkat sebesar 4,7 persen,” pungkas Lani.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini