Di Asia Pasifik Permintaan Ruang Kantor Juga Terkonsentrasi pada Gedung Premium
Sama seperti Indonesia, secara umum pasar perkantoran di Asia Pasifik ditopang aktivitas relokasi perusahaan ke gedung-gedung berkualitas tinggi. Disertai minimnya pasokan baru, hal itu mendorong secara bertahap kenaikan okupansi ruang perkantoran.
Menurut laporan terbaru Colliers tentang Pasar Perkantoran Asia Pasifik Semester Pertama 2026 yang diterima, Rabu (19/8/2026), aktivitas penyewaan mencapai 4,6 juta m2 di 11 pasar Asia Pasifik selama semester pertama 2026.
Didukung momentum bisnis yang stabil di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, dan preferensi yang berkelanjutan untuk aset perkantoran berkualitas tinggi.
India, Tiongkok, dan Jepang menyumbang lebih dari 95 peesen aktivitas penyewaan selama periode ulasan. Ketiga pasar ini mewakili lebih dari 90 persen pasokan perkantoran baru, sementara Hong Kong dan Taiwan juga mencatat pertumbuhan permintaan yang kuat.
Sedangkan Selandia Baru, Indonesia, dan Singapura mengalami penwurunan volume penyewaan secara signifikan secara tahunan, kendati saat ini kondisinya mulai membaik akibat minimnya pasokan baru.
“Pasar perkantoran APAC 2026 memasuki paruh kedua tahun ini dengan momentum pertumbuhan yang meningkat,” kata Mike Davis, Managing Director Colliers, Occupier Services, Asia Pacific.
Seiring makin banyaknya penyewa yang fokus pada tempat kerja berkualitas tinggi untuk menarik talenta, mendorong produktivitas, dan mendukung pertumbuhan bisnis, permintaan perkantoran regional makin terkonsentrasi pada aset-aset terbaik di kelasnya.
“Dikombinasikan dengan pasokan yang terbatas di beberapa pasar utama dan sentimen investasi yang membaik, kondisi itu menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk aktivitas penyewaan berkelanjutan di seluruh wilayah,” jelasnya.
Baca juga: Tak Ada Pasokan Baru, Pasar Perkantoran Jakarta Berangsur Pulih Secara Selektif
Hal itu terlihat antara lain di pasar perkantoran Jakarta, Indonesi. Menurut Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, pasar perkantoran Jakarta terus menunjukkan ketahanan, didukung preferensi penyewa terhadap ruang yang sudah siap pakai, bangunan ramah lingkungan, dan opsi penyewaan yang fleksibel.
“Seiring peningkatan permintaan secara bertahap, pemilik gedung tetap fokus mempertahankan daya saing melalui insentif penyewa yang strategis. Ke depan, pasar perkantoran Jakarta diperkirakan akan tetap stabil, didukung peningkatan aktivitas penyewa, pasokan baru yang terbatas, dan permintaan yang berkelanjutan untuk ruang kantor yang fleksibel dan berkualitas tinggi,” terang Bagus.
Pasokan ruang perkantoran baru di kawasan APAC tetap lesu di angka 3 juta m2 selama semester I 2026, merosot 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Pasokan baru sangat terkonsentrasi di India dan Tiongkok, menyumbang lebih dari 80 persen penyelesaian proyek,” tulis laporan Colliers.
Baca juga: Pasok Ruang Perkantoran Kian Terbatas, Tarif Sewa Mulai Meningkat
Collires menyebut Asia Pasifik terus mengungguli wilayah lain, dan tetap menjadi kontributor utama ekspansi ekonomi global.
Prospek pertumbuhan yang tangguh di kawasan, dan kemungkinan stabilitas suku bunga, diharapkan mendukung kepercayaan bisnis dan investasi, meskipun risiko geopolitik dan ketidakpastian perdagangan tetap menjadi faktor kunci.
“Selama beberapa kuartal mendatang, pasokan dan permintaan diperkirakan akan tetap sehat, didukung aktivitas penyewa yang kuat dan preferensi yang berkelanjutan untuk aset perkantoran berkualitas tinggi,” ujar Davis. “Tingkat kekosongan kemungkinan tetap stabil di sebagian besar pasar, sementara permintaan yang berkelanjutan diperkirakan mendorong kenaikan harga sewa rata-rata,” tutupnya.