Toko Ke-1.300 Mr. DIY Hadir di Tana Tidung
Toko perkakas modern Mr. DIY (PT Daya Intiguna Yasa Tbk) mengumumkan pencapaian 1.300 toko yang beroperasi di seluruh Indonesia. Pencapaian ini kian memperkuat posisi Mr. DIY sebagai peritel perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia dengan skala operasional yang belum tertandingi di kategorinya.
Hal ini sejalan dengan misi yang mendorong ekspansi yaitu bukan sekadar pertumbuhan bisnis melainkan aksesibilitas untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses yang sama terhadap produk yang hemat dan lengkap. Toko ke-1.300 tersebut berlokasi di Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Seiring dengan pencapaian tersebut, Mr. DIY juga meluncurkan komitmen “Harga Tetap Sama”, sebuah komitmen yang menegaskan fokus perusahaan dalam menjaga keterjangkauan harga agar pelanggan tetap dapat memperoleh nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Direktur Utama Mr. DIY Indonesia Edwin Cheah mengatakan, ‘Harga Tetap Sama’ merupakan penegasan bahwa keterjangkauan tetap menjadi prioritas utama Mr. DIY. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis pelanggan tetap dapat memenuhi produk perlengkapan rumah tangga dengan harga dan nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari.
“Komitmen “Harga Tetap Sama” diluncurkan sebagai bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas harga bagi masyarakat Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Melalui inisiatif ini, kami menegaskan komitmen untuk tidak melakukan kenaikan harga secara umum,” ujarnya melalui siaran pers Sabtu (9/5).
Baca juga: MR DIY Gandeng T.Care Kelola Sampah “Waste to Empower”
Inisiatif ini dibangun di atas fondasi kebijakan satu harga nasional yang telah diterapkan sejak awal operasional perusahaan pada 2017, di mana harga yang tertera di rak toko Mr. DIY berlaku sama di seluruh wilayah tanpa penyesuaian harga berdasarkan lokasi, jarak, maupun kompleksitas distribusi ke toko mana pun.
Melalui komitmen “Harga Tetap Sama”, Mr. DIY kini mempertegas fokus perusahaan untuk menjaga konsistensi dan keterjangkauan harga dari waktu ke waktu sehingga pelanggan di seluruh Indonesia dapat terus memperoleh nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Dengan jaringan 1.300 toko yang kini tersebar di seluruh Indonesia, Mr. DIY terus berupaya menghadirkan akses terhadap produk yang hemat, lengkap, dan dekat secara lebih merata bagi masyarakat Indonesia.
Dalam kurang dari sembilan bulan, Mr. DIY menambah sekitar 200 toko. Dari toko ke-1.100 di Jakarta (Agustus 2025), ke-1.200 di Sumbawa (Desember 2025), hingga ke-1.300 di Tana Tidung, mencerminkan ekspansi yang konsisten dan dijalankan secara disiplin.
Kabupaten Tana Tidung adalah salah satu wilayah paling utara di Indonesia, dengan tantangan distribusi yang lebih kompleks dibandingkan kota-kota besar. Kehadiran toko ke-1.300 Mr. DIY di wilayah ini mencerminkan upaya perusahaan untuk terus memperluas jangkauan ritel modern hingga wilayah yang semakin dekat dengan perbatasan Indonesia.
Baca juga: Ligwina dan MR. DIY Berbagi Tips Prinsip “Value for Money”
Direktur/VP of Business Development Mr. DIY Michael Cohen menambahkan, setiap lokasi yang dipilih melalui analisis yang ketat, mencakup potensi pasar, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kebutuhan nyata masyarakat.
“Tana Tidung memenuhi seluruh indikator tersebut. Bagi kami, kehadiran di sini bukan pengecualian melainkan kelanjutan yang logis dari strategi ekspansi yang konsisten di seluruh Indonesia,” katanya.
Kecepatan ekspansi Mr. DIY juga didukung oleh fundamental bisnis yang solid. Perusahaan mencatat pertumbuhan laba 35,5 persen pada kuartal pertama 2026, melanjutkan tren profitabilitas yang konsisten sepanjang 2025.
Dengan kehadiran di lebih dari 430 kota dan kabupaten serta penciptaan lebih dari 11.000 lapangan pekerjaan, Mr. DIY membuktikan bahwa ekspansi yang disiplin dapat berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang sehat dan kontribusi nyata terhadap pemerataan ekonomi.
“Dengan 1.300 toko yang kini tersebar di seluruh Nusantara Mr. DIY menegaskan bahwa “Hemat, Lengkap, Dekat” bukan sekadar proposisi nilai melainkan standar layanan nasional yang dihadirkan secara konsisten dari pusat kota hingga wilayah terdepan Indonesia,” pungkas Edwin.