SMI Gelontorkan Lebih Rp885 Miliar Ke Pemkot Surabaya untuk Infrastruktur Jalan
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero/SMI) kembali memperkuat perannya dalam pembangunan perkotaan dengan menyalurkan pembiayaan hingga Rp885,85 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Pembiayaan ini difokuskan untuk proyek strategis pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) serta pelebaran Jalan Wiyung–Menganti yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.
Perjanjian pembiayaan tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek SMI Faaris Pranawa, sebagai bagian dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur kota yang semakin kompleks menghadapi tekanan mobilitas perkotaan. Acara penandatanganan ini turut disaksikan oleh Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya.
Dua proyek ini memiliki peran penting dalam memperbaiki sistem transportasi Surabaya. Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat akan membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sehingga mengurangi beban pada jalan utama. Sementara itu pelebaran Jalan Wiyung–Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Dua proyek tersebut merupakan bagian dari tujuh proyek infrastruktur perkotaan Surabaya pada periode tahun 2026-2027. Untuk itu Pemkot Surabaya mengajukan rencana pembiayaan infrastruktur dengan total kebutuhan pendanaan sekitar Rp3,16 triliun.
Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembiayaan ini merupakan bagian dari pendekatan strategis perusahaan dalam mendukung kota-kota besar dalam menghadapi berbagai tantangan urbanisasi yang terus berkembang.
“Kami melihat kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak terutama dalam mengatasi kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas. Proyek ini akan secara langsung mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur. Pembiayaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi kota,” ujarnya dikutip dari siaran pers Senin (4/5).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas dukungan pembiayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa penguatan konektivitas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya.
“Proyek ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selain memberikan solusi terhadap persoalan transportasi, proyek ini juga akan membawa dampak ekonomi yang signifikan,” katanya.
Baca juga: Otorita IKN Percepat Pembangunan Jalan untuk Kemudahan Akses ke RS-Rusun-Pusat Pemerintahan
Dengan adanya dukungan pembiayaan dari SMI, belanja modal diproyeksikan meningkat hingga 40,81 persen dari tahun 2025 ke 2026. Peningkatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp29,79 triliun dengan kontribusi pembiayaan SMI diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun.
Dari sisi manfaat langsung, pembangunan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi. Secara lebih luas, proyek ini juga akan memperkuat aksesibilitas dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Surabaya.
Sebagai Development Finance Institution (DFI), SMI terus menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Hingga Februari 2026, komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah telah mencapai Rp37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp14,9 triliun. Dukungan terhadap Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen SMI dalam mendorong kota-kota di Indonesia menjadi lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing tinggi.