Sabtu, Juni 20, 2026
HomeMoneterBelum 10 Hari, BI Naikkan Lagi BI Rate Jadi 5,75 Persen. Demi...

Belum 10 Hari, BI Naikkan Lagi BI Rate Jadi 5,75 Persen. Demi Rupiah

Untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tidak kian terpuruk, juga untuk menjaga inflasi agar tetap di kisaran sasaran, Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan BI Rate 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur Bulanan (RDGB), 19-20 Mei 2026.

Belum sebulan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI, Selasa (9/6/2026), menaikkan lagi BI Rate 25 basis poin menjadi 5,5 persen, menyusul kian merosotnya nilai tukar rupiah hingga menembus lebih dari Rp18.000 per USD. Hasilnya, rupiah menguat mendekati Rp17.500.

Tapi, BI belum berhenti. Belum 10 hari, bank sentral kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan itu diambil dalam RDG bulanan BI, 17-18 Juni 2026. Juga dinaikkan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG bulanan tersebut, Kamis (18/6/2026), kenaikan BI Rate kali ini merupakan langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.

Juga sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tahun ini dan tahun depan, agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Dorong Aliran Masuk Modal Asing dan Stabilkan Rupiah, BI Naikkan Lagi BI Rate

Sebagai imbangnnya, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth).

“Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran,” jelas Gubernur Perry.

 

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Berita Terkini