Transformasi Deltamas, dari Kawasan Industri ke Kota Mandiri
Di tengah dinamika sektor properti dan industri nasional, Kota Deltamas yang merupakan proyek joint venture (JV) antara Sinar Mas Land (SML) dan Sojitz Corporation Jepang melalui PT Puridelta Lestari Tbk, terus menunjukkan kinerja bisnis yang cukup baik.
Hal itu tercermin dari kinerja keuangan Puradelta Lestari sepanjang tahun 2025 yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun. Seiring dengan kinerja tersebut, Kota Deltamas optimistis bisa mencapai target penjualan sebesar Rp2,08 triliun pada tahun ini.
Penetapan target prapenjualan ini didorong oleh pengembangan kawasan yang semakin terintegrasi mencakup sektor industri, komersial, dan residensial, serta meningkatnya minat investor dan konsumen terhadap kawasan dengan konsep kota mandiri.
Ke depan, Kota Deltamas akan terus memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas bisnis dan hunian modern di koridor timur Jakarta melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem yang berkelanjutan.
Menurut Presiden Direktur Puradelta Lestari Hongky J. Nantung, selama lebih dari 30 tahun terus dilakukan investasi yang konsisten pada infrastruktur, fasilitas publik, dan ekosistem bisnis dan itu telah mengubah wajah Kota Deltamas secara fundamental.
“Kita bisa lihat kawasan yang dulu dikenal semata sebagai lokasi pabrik otomotif kini telah menjadi destinasi gaya hidup urban premium. Nilai investasi properti di Kota Deltamas terus meningkat seiring bertambahnya populasi penghuni, konektivitas infrastruktur, dan hadirnya fasilitas komersial skala besar seperti Aeon Mall, Greenland Square, Diamante Premium Business Gallery, dan lainnya,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Jumat (8/5).
Baca juga: Q1 Kawasan Industri Catat Transaksi 90 Hektar, Purwakarta dan Subang Kian Naik Daun
Kota Deltamas juga menghadirkan ragam pilihan hunian berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen masyarakat dari generasi milenial, keluarga muda, hingga ekspatriat yang membutuhkan standar hunian internasional.
Ke depan, Kota Deltamas akan terus dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta para investor sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kota mandiri unggulan di Indonesia.
Saat ini Kota Deltamas menghadirkan beragam pilihan hunian untuk berbagai segmen dengan pilihan harga mulai dari kisaran Rp1,2 miliar hingga Rp2,9 miliar, mulai dari De Silva Residence & De Silva Hybrid yang mengusung konsep modern kontemporer dan hybrid-living di atas lahan 1,2 ha.
Kedua produk ini diterima sangat baik dengan tingkat penyerapan mencapai 85 persen pada fase perdana hingga klaster Woodchester yang menawarkan hunian dua lantai bagi keluarga dengan kebutuhan ruang lebih luas. Sementara klaster Savasa, hasil kolaborasi dengan Panasonic Homes Jepang, mengedepankan konsep hunian cerdas berbasis empat pilar, yakni smart township, smart security, smart homes, dan smart community. Tingginya minat pasar terhadap produk hunian ini menegaskan transformasi Kota Deltamas dari sekadar kawasan industri menjadi kota mandiri yang semakin diminati sebagai tempat tinggal.
Kota Deltamas juga didukung oleh ekosistem fasilitas yang komprehensif untuk menunjang kualitas hidup penghuninya, mulai dari pendidikan bertaraf internasional seperti Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, ITSB, Sekolah Pangudi Luhur, hingga SMK Ananda Mitra Industri.
Untuk fasilitas kesehatan ada RS Mitra Keluarga, Eka Hospital (tahap pembangunan), serta klinik 24 jam hingga sarana olahraga dan rekreasi seperti Deltamas Sport Center, J-Golf, dan jogging track.
Baca juga: Rumah Rp50 Miliar-Rp89 Miliar per Unit di BSD City Ini Ludes Terjual
Dari sisi akses, Kota Deltamas memiliki akses langsung ke tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Km 37 dan akses ke jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan di Km 31 yang direncanakan akan beroperasi di tahun ini serta akses tol Km 42 yang masih dalam tahap pembangunan.
Selain itu, Kota Deltamas terkoneksi langsung dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) Karawang, melalui akses Jembatan Cibeet. Kawasan ini juga dilengkapi dengan infrastruktur hijau dan digital, termasuk pengelolaan air bersih, dan limbah cair serta pemanfaatan air daur ulang, jaringan serat optik, penggunaan energi terbarukan, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), serta inovasi aspal berbahan plastik sebagai komitmen keberlanjutan.