Sabtu, Mei 2, 2026
HomeBerita PropertiTempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi, Efektif dan Bernilai Ekonomi

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi, Efektif dan Bernilai Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Negara melihat langsung proses pengolahan sampah dari hulu hingga hilir termasuk pemanfaatan teknologi dalam mengurangi volume sampah serta menghasilkan produk turunan yang bernilai guna. TPST BLE Banyumas menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.

“Saya kira sangat efektif dan bisa menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain juga ada yang ke sini. TPST BLE merupakan suatu terobosan dan inisiatif yang baik dalam pengelolaan sampah yang menggunakan teknologi tidak terlalu canggih namun efektif,” ujarnya dikutip dari siaran pers Sabtu (2/5).

Fasilitas utama yang tersedia di TPST BLE meliputi pre shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih sampah, dan konveyor yang mendukung proses pemilahan dan pengolahan secara efisien. Selain itu dengan adanya TPST BLE ini bisa membuka peluang kerja bagi warga di sekitar lokasi.

Baca juga: Pemerintah Bertekad Selesaikan Masalah Sampah Tahun 2029

Tujuan pembangunan TPST ini adalah untuk mengolah sampah dan menghasilkan berbagai produk turunan dari pengolahan sampah seperti genteng plastik, paving plastik manual dan injection, maggot segar, kasgot (pupuk organik), serta bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF).

Langkah ini merupakan visi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi hijau dan kemandirian daerah melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, mengubah sampah dari masalah menjadi peluang.

Presiden juga kembalio menyampaikan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah secara nasional. Inisiatif pengelolaan sampah seperti TPST BLE telah mulai diadopsi di berbagai daerah, sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Tengah telah mengembangkan model serupa.

Baca juga: Pemerintah Akan Kelola Sampah Dengan Infrastruktur, Teknologi, Hingga Membangun Gerakan

Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menargetkan pencapaian zero waste to money pada tahun 2028. Bila konsep seperti ini bisa diadopsi di berbagai daerah maka dalam waktu 2-3 tahun permasalahan sampah di seluruh Indonesia bisa dikendalikan.

“Nanti akan banyak turunan dari program ini dan pemerintah akan terus mendorong, kita perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif. Produk turunan gentengnya bisa dimanfaatkan untuk program perbaikan rumah dengan material yang lebih sehat dan estetis, ujungnya jadi rumah yang lebih sehat,” pungkas Prabowo.

Berita Terkait

Ekonomi

Kemenperin Bantah RI Alami Deindustrialisasi, Ini Alasannya

Kementerian Perindustrian (Kemnperin) membantah Indonesia mengalami deindustrialisasi, atau penurunan...

Pesanan dan Produksi Menurun, Ekspansi Manufaktur RI Makin Kendur

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada April masih...

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam...

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Berita Terkini