Jumat, Juli 31, 2026
HomeBerita PropertiOpini: Keterlambatan Proyek Menggerus Nilai, Aplikasi Manajemen Digital Jadi Prioritas

Opini: Keterlambatan Proyek Menggerus Nilai, Aplikasi Manajemen Digital Jadi Prioritas

Oleh: Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia

Seiring dengan terus berkembangnya sektor properti komersial di Indonesia, para pengembang dan pemilik aset kini menghadapi tantangan yang semakin besar. Tidak lagi semata terkait desain atau lokasi, melainkan bagaimana proyek dikelola di lapangan.

Kondisi saat ini, proyek tidak lagi dinilai hanya dari segi kualitas desain atau lokasi. Proyek semakin dinilai dari seberapa baik pelaksanaannya, tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan akuntabilitas yang jelas.

Kondisi yang semacam ini membuat kalangan pengembang dan pemilik aset didorong untuk mengadopsi sistem manajemen konstruksi dan manajemen proyek digital guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan pengawasan proyek.

Terlebih di tengah meningkatnya ekspektasi investor dan tuntutan tata kelola, banyak proyek konstruksi masih bergantung pada alur kerja yang terpecah, proses persetujuan berbasis dokumen fisik, serta pelaporan yang terlambat. Hal ini secara konsisten mencerminkan adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek.

Colliers menerbitkan sebuah riset bertajuk “Traditional to Digital Project Management: Streamlined Workflows, Real-time Monitoring, Better Outcomes” karena melihat semakin lebarnya kesenjangan antara kompleksitas pengembangan properti modern dan sistem manajemen proyek yang masih didominasi oleh proses secara manual.

Keterlambatan dalam mendeteksi pembengkakan biaya, siklus persetujuan yang lambat, serta terbatasnya visibilitas terhadap progres di lapangan menjadi sejumlah permasalahan utama yang sangat memengaruhi hasil proyek.

Untuk itu perlu digunakan perangkat lunak proyek manajemen guna memusatkan dokumentasi. Proses persetujuan dan pelaporan juga harus dalam satu sistem terpadu sehingga memberikan visibilitas langsung terhadap anggaran, jadwal, dan proses pengambilan keputusan.

Namun begitu teknologi hanya merupakan bagian dari keseluruhan proses. Keberhasilan implementasinya bergantung pada kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang jelas, serta dukungan manajemen proyek yang berpengalaman untuk memastikan bahwa solusi digital diadopsi secara tepat dan selaras dengan tujuan proyek.

Bagi pengembang dan pemilik aset, dampaknya bisa melampaui sekadar efisiensi konstruksi. Proyek yang terlambat atau melampaui anggaran dapat secara langsung memengaruhi nilai aset jangka panjang, strategi penyewaan, serta tingkat kepercayaan investor.

Seiring dengan semakin kompetitif dan teregulasinya sektor properti komersial, peralihan dari manajemen proyek tradisional ke digital tidak lagi dipandang sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan strategis yang harus segera diterapkan.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY Dorong Pembangunan Bali: Satu Pulau-Satu Tata Kelola

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus...

Kadin: Multiplier Effect Industri Kesehatan, Rp1 Jadi Rp3

Sektor kesehatan dengan industri farmasi nasional bisa memberikan dampak...

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Berita Terkini