Kamis, April 30, 2026
HomeNewsEkonomiTiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, sebagai fondasi pengembangan industri nasional yang berkelanjutan.

Seiring pertumbuhan sektor manufaktur yang terus meningkat, kebutuhan terhadap suplai air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal makin krusial. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah, masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pengembangan teknologi yang lebih modern dan efisien.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah, merupakan salah satu kunci dalam memajukan transformasi industri nasional menuju keberlanjutan.

“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri tahun 2050,” kata Agus melalui keterangan dikutip Kamis (30/4/2026).

Karena itu Kemenperin mendukung kerja sama PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co Ltd, dalam menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, dan desalinasi air laut di kawasan industri. Penandatanganan kerja sama dilakukan, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Wasser: Sistem Air dan Sanitasi yang Layak, Kunci Kualitas Hunian Modern dan Berkelanjutan

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air baku yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri, serta menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri di Indonesia.

Selain itu, pengembangan teknologi desalinasi air laut, juga membuka peluang meningkatkan kapasitas produksi garam industri nasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian industri, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

Kemenperin juga terus mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular di kawasan industri, melalui pemanfaatan kembali air limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan optimalisasi penggunaan sumber daya air secara efisien. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Baca juga: Menko Airlangga: Sekarang Era Kawasan Industri Green and Smart

Kerja sama tiga perusahaan itu, diharapkan dapat segera diwujudkan melalui pelaksanaan proyek percontohan di kawasan industri .

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tapi juga mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Agus yang menyaksikan penandatanganan MoU tiga perusahaan tersebut.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Belanja Pemerintah Ngegas, Maret Uang Beredar Kembali Meningkat

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Program MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Anggaran Rp50 Triliun Lebih

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi...

Berita Terkini