Terapkan ESG, Pembiayaan Hijau Bank BSI Capai Lebih Rp77 Triliun
Bank BSI kembali mencatatkan kinerja bisnis yang solid khususnya ditopang oleh fundamental dan rasio keuangan yang baik dengan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan environment, social, dan governance (ESG) di berbagai sektor keberlanjutan.
Langkah ini terbukti efektif bila dilihat dari berbagai indikator. Diantaranya jumlah nasabah menembus 24 juta dalam kurun waktu lima tahun. Implementasi ESG juga bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi(compliance), tetapi telah menjadi salah satu fundamental strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Menurut Wakil Direktur Utama Bank BSI Bob T. Ananta, saat ini Bank BSI memiliki visi, misi, dan komitmen keberlanjutan yang dijalankan dengan tiga peran ESG: sebagai Regulatory Complience, Commercial Benefit, dan Value Creation.
“Saat ini ESG telah bergeser dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi strategi pertumbuhan (growth driver) yang bisa berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan. Itu diikuti dengan inovasi produk seperti sustainability sukuk, green financing, hingga transformasi operasional dan penguatan Islamic ecosystem,” ujarnya di ajang IDX Channel ESG Conference 2026 “Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value, Jumat (24/7).
Selain itu integrasi ESG yang berpijak pada maqashid syariah atau nilai-nilai syariah menjadi salah satu keunikan di Bank BSI dibandingkan bank lain karena mampu menggabungkan nilai bisnis, sosial, spiritual, dan lingkungan dalam satu strategi pertumbuhan perusahaan.
Baca juga: Pembiayaan Hijau Telah Menjadi Wholesale Funding Bank BRI
Strategi tersebut tercermin pada penguatan tata kelola keberlanjutan yang dibangun melalui kerangka ESG berbasis maqashid syariah dengan tiga pilar utama, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking, yang diawasi secara menyeluruh oleh manajemen.
Implementasi ESG juga memberikan kontribusi terhadap kinerja bisnis Bank BSI. Hingga Mei 2026, pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,6 persen (yoy) yang didominasi segmen konsumer dan ritel. Capaian pembiayaan yang melesat juga diiringi dengan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan.
Hal ini menjadi bentuk keseriusan Bank BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, sustain dan ramah lingkungan. Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77.06 triliun, menyumbang sekitar 23 persen dari pembiayaan secara keseluruhan.
Dari sisi operasional, Bank BSI terus memperkuat implementasi ESG melalui pembangunan gedung ramah lingkungan, pemanfaatan panel surya di jaringan kantor, penggunaan kendaraan listrik operasional, pemasangan reverse vending machine, serta pengembangan platform Digital Carbon Tracking sebagai bentuk transparansi pengelolaan emisi karbon.
Sementara pada aspek sosial, Bank BSI mengoptimalkan instrumen keuangan syariah melalui penyaluran dana ZISWAF sebesar Rp320,8 miliar hingga Maret 2026 yang difokuskan pada lima pilar yakni ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, serta dakwah dan advokasi.
Baca juga: BI Rilis Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Lebih Presisi
Bank BSI juga memperkuat inovasi ESG melalui peluncuran Green Zakat Framework yang menghubungkan pemberdayaan sosial dengan pelestarian lingkungan, termasuk implementasi program BSI Waste Management berbasis ekonomi sirkular.
Konsistensi perusahaan memperkuat ESG mengantarkan Bank BSI mendapatkan pengakuan internasional diantaranya meraih penghargaan The World’s Best Islamic Bank for ESG, Asia’s Best Islamic Bank for ESG, dan Indonesia’s Best Islamic Bank for ESG tahun 2025 dari Euromoney Islamic Finance Awards 2025, sekaligus terus memperkuat penerapan standar global melalui keanggotaan UNEP FI dan implementasi prinsip Responsible Banking.
“Ke depan kami meyakini implementasi ESG akan terus menjadi penggerak utama dalam memperkuat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing global, memperluas inklusi keuangan syariah, sekaligus menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi Indonesia,” pungkas Bob.