Kamis, September 3, 2026
HomeBankTriwulan II Laba Bersih Bank BRI Rp31,2 Triliun

Triwulan II Laba Bersih Bank BRI Rp31,2 Triliun

Bank BRI terus melanjutkan agenda tranformasi perusahaan untuk menjadi fondasi membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Transformasi yang dijalankan secara konsisten tersebut kini mulai tercermin pada penguatan kinerja perusahaan, termasuk di antaranya laba bersih yang mencapai Rp31,2 triliun pada triwulan kedua 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (yoy).

Menurut Direktur Utama Bank BRI Hery Gunardi di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang masih tinggi Bank BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat profitabilitas.

“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di Bank BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat Bank BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,” ujarnya melalui siaran pers Kamis (3/9).

Pertumbuhan yang berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang dihasilkan tetapi terutama dari kualitas pertumbuhan itu sendiri. Karena itu Bank BRI terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis.

Melalui BRIVolution Reignite, Bank BRI melanjutkan transformasi dengan dua agenda besar yang berjalan secara simultan, yakni memperkuat pendanaan serta memperbaiki bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, Bank BRI fokus memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem. Strategi ini dijalankan dengan mengoptimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga BRILink Agen.

Baca juga: KPR Bank BRI September 2026: Bunga Spesial 1,75 Persen

Pada saat yang sama, Bank BRI terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution. Pada bisnis inti, Bank BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan.

Di saat yang sama, Bank BRI mulai membangun sumber pertumbuhan baru. Fokusnya mencakup optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, Bank BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ke depan. Penguatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi Bank BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, dengan tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Bagi kami, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Untuk terus mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, Bank BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi.

Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), KPR subsidi FLPP, dukungan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran berbagai bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Bank BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Penyaluran KPR Subsidi Bank BRI Capai Rp16,16 Triliun

Hingga triwulan kedua 2026, total aset Bank BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen (yoy). Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen (yoy). Bank BRI juga bukan hanya fokus pada peningkatan volume DPK tetapi terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

Peningkatan profitabilitas tersebut juga diikuti oleh perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3 persen menjadi 2,4 persen, sementara Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen. Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA Bank BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7 persen sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada triwulan kedua 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan kedua 2026.

“Kami terus bertransformasi dengan DNA perusahaan tetap sama yaitu tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. UMKM akan tetap menjadi core business perusahaan, karena itu keberhasilan transformasi tidak hanya dilihat dari kemampuan Bank BRI meningkatkan kinerja tetapi juga dari seberapa besar pertumbuhan tersebut dapat menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkas Hery.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Penerimaan Negara Kuat, Juli Defisit Fiskal Baru 0,9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penerimaan negara...

Kemenperin: Agustus Manufaktur RI Masih Ekspansif, S&P Bilang Sebaliknya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri pengolahan atau manufaktur RI...

Agustus Inflasi Kembali Meninggi, Dipicu Kenaikan Harga Bahan Makanan Termasuk Beras

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi...

Berita Terkini