Sabtu, Oktober 3, 2026
HomeMoneterKinerja Kredit Konsumsi Termasuk KPR Belum Juga Membaik

Kinerja Kredit Konsumsi Termasuk KPR Belum Juga Membaik

Kredit konsumsi adalah indikator daya beli. Penyalurannya belum juga membaik selama 6 bulan terakhir, yang menunjukkan masih lemahnya daya beli, atau konsumen menahan belanja karena ketidakpastian ekonomi yang tinggi.

Kalau penyaluran kredit secara umum makin membaik, Juni 2026 tumbuh 12,1 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibanding Mei 2026 sebesar 10,8 persen dan April 9,4 persen, tidak demikian dengan kredit konsumsi.

Kredit konsumsi yang terdiri dari kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna, menurut laporan Bank Indonesia yang dirilis pekan lalu, pada Juni 2026 hanya tumbuh 5,7 persen (yoy), turun dibanding Mei 2026 sebesar 5,8 persen dan April 2026 sebesar 6 persen.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penyaluran KPR yang hanya tumbuh 4,4 persen pada Juni 2026, dibanding 4,7 persen pada Mei 2026, serta KKB yang masih melanjutkan kontraksi (minus) 9,9 persen pada Juni 2026 dibanding -9,4 persen pada Mei 2026 dan -9 persen pada April 2026.

Baca juga: Juni Kredit Tetap Tumbuh Lebih Tinggi Kendati Bunga Bank Meningkat

Sementara kredit multiguna tumbuh 8,3 persen pada Juni 2026, naik tipis dibanding Mei 2026 sebesar 8,2 persen, namun tetap masih lebih rendah dibanding pertumbuhan April 2026 sebesar 8,5 persen.

Khusus KPR, sejak November 2025 penyalurannya terus menurun. Kalau pada November 2025 masih tumbuh 6,9 persen secara tahunan (yoy), Desember 2025 turun menjadi 6,8 persen, kemudian 5,5 persen (Januari 2026), 5 persen (Februari 2026), dan 4,5 persen (Maret 2026).

Pada April 2026 pertumbuhannya sempat naik menjadi 4,8 persen, tapi kemudian turun lagi menjadi 4,7 persen pada Mei 2026 dan 4,4 persen pada Juni 2026.

Secara keseluruhan penyaluran kredit properti (KPR, kredit konstruksi, dan kredit real estate) sebenarnya tumbuh tinggi. Pada Juni 2026 tumbuh 17,6 persen (yoy) menjadi Rp1.713,2 triliun, dibanding 17,2 persen pada Mei 2026 dan 17,5 persen pada April 2026.

Baca juga: Q2 Penyaluran Kredit Baru Meningkat, Tapi Perbankan Masih Hati-Hati Salurkan KPR

Tapi, penyumbang utama kenaikan kredit properti itu, adalah kredit konstruksi yang tumbuh 47,1 persen dibanding 44,6 persen pada Mei 2026 dan 46 persen pada April, yang menunjukkan pengembang mengebut penyelesaian proyek eksisting sebelum tutup tahun, supaya bisa menikmati insentif free PPN 100 persen.

Kemudian kredit real estat yang juga tumbuh cukup tinggi, mencapai 14,0 persen pada Juni. Memang, agak melambat dibanding Mei sebesar 14,5 persen, tapi tetap sedikit lebih tinggi dibanding April 2026 sebesar 13,9 persen, yang mengindikasikan developer mempersiapkan pengembangan proyek baru. Sementara KPR seperti sudah disinggung di atas, pertumbuhannya terus menurun.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Melonjak Jadi USD3,55 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada...

Manufaktur RI Melaju Lagi, Tertinggi dalam 7 Bulan, Didorong Kenaikan Permintaan

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kembali ke zona...

Berita Terkini