Selasa, Juli 28, 2026
HomeBerita PropertiKEK Samota di Sumbawa Diperkuat Jadi Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

KEK Samota di Sumbawa Diperkuat Jadi Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

Kementerian Pariwisata memperkuat dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). KEK Samota terus dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari berkelas dunia yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa akhir pekan lalu, KEK Samota memiliki potensi besar karena memadukan kekayaan wisata bahari, kawasan konservasi, serta budaya lokal dengan peluang investasi yang menjanjikan.

“Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Samota sebagai destinasi wisata bahari berkelas dunia melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Oleh karena itu pengembangan kawasan ini tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (28/7).

Pengembangan KEK Samota mengusung konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif sehingga tidak hanya menghadirkan destinasi wisata berkualitas tetapi juga memperkuat sektor perikanan, UMKM, peternakan, dan agroindustri. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca juga: Prabowo Resmikan KEK Sanur, Jadi World Class Health Hingga Destinasi Pariwisata

Dari sisi aksesibilitas, KEK Samota didukung oleh keberadaan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Kemudahan akses tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan konektivitas wisatawan menuju kawasan Samota sekaligus mendorong tumbuhnya investasi pariwisata.

Potensi pengembangan kawasan juga didukung oleh tren kunjungan wisata yang terus menunjukkan prospek positif. Sepanjang Januari-Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat sebanyak 514.419 kunjungan wisatawan nusantara, sementara Kabupaten Dompu menerima 497.048 kunjungan.

Sementara itu, potensi pasar wisatawan mancanegara tercermin dari kunjungan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok yang didominasi wisatawan asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.

Baca juga: Ekonomi Batang dan Kendal Tumbuh di Atas 8 Persen. Kok Bisa?

Ni Luh menegaskan, Kementerian Pariwisata akan terus mengawal pengembangan KEK Samota agar mampu berkembang secara optimal sebagai kawasan strategis yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“KEK Samota merupakan aset strategis bagi pariwisata Indonesia karena memadukan keindahan bahari, kekayaan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan yang terintegrasi. Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini, mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, hingga promosi investasi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY Dorong Pembangunan Bali: Satu Pulau-Satu Tata Kelola

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus...

Kadin: Multiplier Effect Industri Kesehatan, Rp1 Jadi Rp3

Sektor kesehatan dengan industri farmasi nasional bisa memberikan dampak...

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Berita Terkini