Vista Land: Permintaan Rumah Subsidi Masih Tinggi
Vista Land Group adalah grup usaha developer yang tekun mengembangkan perumahan subsidi sejak 2007, sehingga dikenal sebagai “ahlinya rumah subsidi”.
Kualitas pengembangan rumah dan lingkungannya juga mumpuni, sehingga dipuji banyak pihak. Mulai dari kalangan perbankan, pemerintahan, sampai Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda saat mengunjungi Grand Harmoni Cibitung, salah satu perumahan besutan Vista Land Group di Bekasi, akhir November 2025 lalu.
Tahun lalu, Vista Land Group mencatat penjualan rumah subsidi dan nonsubsidi sekitar 5.000 unit. Saat ini perseroan mengembangkan dua proyek besar. Yakni, Puri Harmoni Indah untuk rumah subsidi, dan Bukit Mas Residence untuk rumah komersial.
Puri Harmoni Indah dibangun di atas lahan seluas 30 hektare. Pada tahap pertama, pengembangan dilakukan di atas lahan 15 hektare dengan target 1.328 unit rumah subsidi.
Manager Business Development Vista Land Group Arif Budiman Suselo menerangkan, hingga saat ini sekitar 750 unit telah terbangun, sebanyak 650 unit sudah akad, dan masih tersedia sekitar 100 unit ready stock.
“Tingkat hunian perumahan telah mencapai 70 persen,” katanya di sela-sela akad massal KPR Sejahtera BCA untuk 3 perumahan besutan Vista Land di Bogor, Tangerang, dan Serang, Selasa (28/4/2026), dikutip dari keterangan Vista Land yang diterima Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Tanpa FLPP, BCA Salurkan KPR Subsidi di 3 Perumahan Vista Land. Dipuji Menteri Ara
Akad massal secara serentak di tiga perumahan Vista Land itu (Grand Harmoni Indah Bogor, Puri Harmoni Cikasungka Tangerang, dan Puri Harmoni Indah Serang) itu, dipusatkan di kawasan Puri Harmoni Indah, dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).
Sementara itu, Bukit Mas Residence yang dikembangkan di atas lahan 13 hektare, sudah hampir habis terjual. Harga rumah komersial di kawasan tersebut dibanderol mulai dari Rp350 juta hingga Rp800 jutaan per unit.
Arif menyebut penjualan rumah subsidi di Serang pada triwulan pertama 2026 meningkat sekitar 15 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan tetap meningkat, kendati ekonomi domestik tengah menghadapi tekanan akibat gejolak geopolitik internasional. “Permintaan rumah subsidi tetap tinggi, karena merupakan kebutuhan masyarakat khususnya MBR,” katanya.
Arif menyebutkan, tantangan terbesar dalam pengajuan KPR rumah subsidi masih berkaitan dengan riwayat kredit calon pembeli di SLIK OJK, terutama akibat pinjol dan kredit macet. Namun demikian, Bank BCA tetap memberikan kemudahan mendapat KPR subsidi bagi calon pembeli yang telah menyelesaikan kewajiban utang sebelumnya.
“Selama ada surat lunas, proses pengajuan KPR masih bisa dilanjutkan. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya. Dalam kaad massal itu, BCA menyalurkan KPR Sejahtera atau KPR bersubsidi tanpa memanfaatkan skim subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang disediakan pemerintah melalui BP Tapera.
Baca juga: Penjualan Tembus 5.000 Unit, Vista Land Bagi-Bagi Hadiah Rp3,5 Miliar
Menurut Arif, pasar rumah subsidi di Serang masih sangat besar, dan tidak akan habis dalam waktu dekat. Mayoritas pembeli berasal dari kalangan ASN, karyawan swasta, pelaku UMKM, hingga pekerja informal yang ingin memiliki rumah pertama dengan cicilan terjangkau.
“Ketika ekonomi masyarakat meningkat, biasanya yang pertama dibeli adalah rumah. Itu sebabnya pasar rumah subsidi selalu ada,” tutupnya.