Penjualan Rumah Triwulan I Anjlok, Harga Stagnan
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang dipublikasikan, Jumat (8/5/2026), mengungkapkan, penjualan rumah di pasar primer (rumah baru) selama triwulan I 2026 merosot, baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq).
Secara tahunan kemerosotan penjualan itu terutama dipengaruhi penjualan rumah tipe kecil yang terkontraksi (minus) sangat dalam. Sedangkan secara triwulanan (qtq), penurunan terutama dipicu penjualan rumah tipe besar yang juga terkontraksi cukup dalam.
Karena penjualan anjlok, harga rumah pun stagnan. SHPR Bank Indonesia menunjukkan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 110,60, hanya tumbuh 0,62 persen secara tahunan, makin menurun dibandingkan 0,83 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.
Perlambatan terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan harga rumah tipe menengah dan besar, yang masing-masing mencatat indeks 113,5 6 dan 108,14, dengan pertumbuhan 0,88 persen (yoy) dan 0,50 persen (yoy), dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 1,12 persen (yoy) dan 0,72 persen (yoy).
Pertumbuhan harga rumah tipe kecil juga melambat menjadi 0,61 persen dengan indeks 113,91 pada triwulan I 2026, namun penurunannya tidak cukup besar dibanding triwulan IV 2025 yang tumbuh 0,76 persen.
Baca juga: Penjualan Rumah Triwulan I Anjlok, Harga Stagnan
Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, 10 kota di antaranya mengalami perlambatan pertumbuhan harga, dan 3 kota mengalami penurunan IHPR secara tahunan.
Harga rumah di Surabaya pada triwulan I 2026 bahkan mencatatkan kontraksi yang makin dalam sebesar -0,27 persen (yoy), dibandingkan triwulan IV 2025 yang -0,04 persen (yoy).
Secara triwulanan (qtq), IHPR di pasar primer pada triwulan I 2026 juga hanya tumbuh 0,04 persen, dibandingkan 0,17 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Perlambatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan rumah tipe kecil yang melambat 0,06 persen (qtq), dari 0,28 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Sementara pertumbuhan harga rumah tipe menengah masih terkontraksi 0,01 persen (qtq), kendati turun dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar -0,12 persen.
Baca juga: Triwulan IV 2025 Harga Rumah Real Estate Stagnan, Meski Penjualan Meningkat
Pertumbuhan harga rumah tipe besar juga melamnbat sebesar 0,06 persen (qtq), dari 0,17 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Secara spasial, perlambatan harga rumah secara triwulanan pada triwulan I 2026, terutama dipengaruhi pertumbuhan harga rumah di Pontianak dan Yogyakarta, yang masing-masing terkontraksi sebesar -0,74 persen (qtq) dan -0,68 persen (qtq), dari triwulan IV 2025 sebesar 0,56 persen% (qtq) dan 0,18 persen (qtq).