Senin, Mei 18, 2026
HomeBankHaji Bikin Tabungan Bank BSI Melonjak, 1,2 Juta dari Kalangan Anak Muda

Haji Bikin Tabungan Bank BSI Melonjak, 1,2 Juta dari Kalangan Anak Muda

Bank BSI mencatatkan pertumbuhan tabungan tertinggi di industri yang didorong tingginya antusias masyarakat berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta. Menariknya, sebanyak 1,2 juta nasabah merupakan kalangan muda generasi milenial dan Gen Z.

Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan Bank BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence-bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan. Sejak merger 1 Februari 2021 lalu, nasabah Bank BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 500 ribu menjadi 23,7 juta.

Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) bank pada triwulan pertama 2026 tumbuh 18 persen (yoy), menjadi Rp376,8 triliun. Tak hanya tinggi, DPK Bank BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana giro naik 24,17 persen (yoy) menjadi Rp71,7 triliun dan tabungan tumbuh 20,18 persen (yoy) menjadi Rp164,5 triliun. Total dana murah tumbuh 21,36 persen (yoy) menjadi Rp236,2 triliun.

“Tabungan saat ini menjadi engine growth perusahaan termasuk dari Tabungan Haji. Itu membuat kami fokus pada pertumbuhan Tabungan haji, payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status persero, kami selalu aktif mendukung antusiasme umat Islam untuk berhaji,” ujar Direktur Utama Bank BSI Anggoro Eko Cahyo melalui siaran pers dikutip Minggu (17/5).

Data Bank BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025. Bank BSI menunjukkan dominasinya dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan market share semula 49,5 persen pada tahun 2023 menjadi 53,6 persen pada tahun 2025.

Baca juga: Konsisten Terapkan ESG, Portofolio Pembiayaan Hijau Bank BSI Capai Rp15,66 Triliun

Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui Bank BSI. Untuk fase keberangkatan pun Bank BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat Bank BSI.

Pendaftar haji melalui Bank BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.

Peningkatan DPK mendorong total asset bank per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun yang mengantarkan Bank BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank persero pada 23 Januari 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar.

Layanan haji adalah bagian dari implementasi lisensi Bank BSI sebagai bank syariah. Saat ini Bank BSI juga sebagai satu-satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai naiknya nasabah non muslim menjadi 12 persen.

“Keunikan dual licence menghasilkan kinerja perusahaan yang sehat dan profit sustain. Pada triwulan pertama 2026 kami membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen (yoy). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan, serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas,” imbuh Anggoro.

Baca juga: Bank BSI Kampanyekan “Beli Emas Semudah Beli Secangkir Kopi” untuk Anak Muda

Direktur Finance and Strategy Bank BSI Ade Cahyo Nugroho menambahkan, dual licence mendorong pertumbuhan Fee Based Income (FBI) perusahaan pada triwulan pertama 2026 ke level Rp2,09 triliun, naik 22,98 persen (yoy).

“Komposisi FBI terhadap total pendapatan BSI naik menjadi 22,98 persen dengan bisnis emas sebagai kontributor tertinggi 33,69 persen dengan total Rp705 miliar, tumbuh 125 persen, disusul treasury dengan komposisi 21,67 persen dan E-channel sebesar 17,46 persen. Dari bisnis emas kami berhasil menumbuhkan pembiayaan gadai emas 58,3 persen (yoy) dan E-mas tumbuh lebih dari 2.700 persen,” bebernya.

Dari sisi pembiayaan, Bank BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 14,39 persen (yoy) mencapai Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan konsumer. Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8 persen membaik dari 1,88 persen periode sebelumnya. Adapun NPF Nett di sekitar 0,38 persen. Mayoritas pembiayaan (72,37%) didistribusikan pada segmen konsumer dan ritel sementara sisanya 27,63 persen ke segmen wholesale.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan...

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Berita Terkini