Jumat, April 17, 2026
HomeBankBank BSI Kampanyekan “Beli Emas Semudah Beli Secangkir Kopi” untuk Anak Muda

Bank BSI Kampanyekan “Beli Emas Semudah Beli Secangkir Kopi” untuk Anak Muda

Hingga saat ini emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang menguntungkan dengan tren harga yang selalu meningkat. Dengan harganya yang cenderung terus naik itu emas juga dijadikan produk investasi yang memiliki daya tahan terhadap inflasi hingga disebut safe haven.

Berbagai kelebihan emas ini membuat Bank BSI terus meningkatkan literasi emas khususnya bagi calon nasabahnya. Menurut Direktur Finance & Strategy Bank BSI Ade Cahyo Nugroho, segmen anak muda harus terus didorong untuk melek investasi syariah dengan cara mudah, aman, dan prospek yang baik salah satunya melalui emas.

“Kami terus memperluas layanan bank emas dengan menghadirkan akses yang semakin mudah sehingga dapat dimiliki oleh semua kalangan dengan biaya murah dan terjangkau,” ujarnya di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) saat kuliah umum Investasi Emas: Dari Logam Mulia ke Aset Digital pekan ini.

Untuk memperkuat layanan bank emas khususnya guna menyasar anak muda, Bank BSI melakukan pendekatan langsung (door to door) dengan cara yang santai dan menyenangkan. Salah satunya dengan mengenalkan investasi emas yang semudah membeli secangkir kopi.

Saat ini Bank Syariah Indonesia memiliki layanan Bank Emas yang mudah yang dapat diakses lewat mobile banking BYOND by BSI. Nasabah cukup membuka fitur pembelian emas dengan nomial mulai dari Rp50ribuan, dengan per gram mengikuti harga yang berlaku di hari tersebut.

Baca juga: Penjualan Emas Bank BSI Tembus 2,18 Ton

Selain itu gramase emas yang dimiliki dapat ditransfer ke rekening emas lain atau bahkan dicetak sesuai keinginan. Inilah yang menjadi keunikan Bank BSI sebagai bank emas, yaitu emas yang dibeli secara digital tetap dapat dicetak dalam bentuk fisik.

“Emas merupakan ekosistem yang unik di Bank BSI karena selain dapat ditabung sebagai instrumen investasi, emas tersebut juga bisa dicetak dalam bentuk fisik. Jika ada kebutuhan mendesak, emas dapat digadaikan dan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam jumlah gramasi besar tersedia pula fasilitas cicilan melalui pembiayaan,” imbuhnya.

Bank BSI akan terus memperluas segmen pasar investasi emas agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mulai berinvestasi emas dengan mudah bahkan dengan nominal kecil mulai Rp50 ribuan. Harapannya, BYOND by BSI dapat menjadi toko emas terbesar di Indonesia yang tersedia 24 jam dan bersifat rel-time.

Bisnis emas juga terbukti telah menjadi mesin baru pertumbuhan Bank BSI. Hingga Februari 2026, Bank BSI dipercaya mengelola 22,5 ton emas dengan jumlah nasabah bank emas yang melesat hingga 400 persen dalam kurun waktu satu tahun sejak Bullion Bank diresmikan pada Februari 2025.

Baca juga: Kinerja Bisnis Bank BSI Solid, Catat Laba Rp1,36 Triliun

Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia seiring dengan karakter emas sebagai aset safe haven yang berpotensi memberikan capital gain serta memiliki likuiditas tinggi untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

“Makanya kami terus meningkatkan literasi untuk anak muda karena dengan investasi emas sejak dini bisa mempersiapkan masa depan dengan perencanaan keuangan yang lebih baik. Anak muda yang sehat, cerdas, dan melek investasi merupakan modal penting untuk berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Cahyo.

Berita Terkait

Ekonomi

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Berita Terkini