Strategi Beli Emas: Saat Harga Naik Atau Turun?
Emas merupakan benda berharga yang kerap dijadikan instrument investasi karena memiliki beberapa kelebihan seperti nilainya yang stabil bahkan terus menguat. Hingga saat ini pergerakkan harga emas masih sangat dinamis khususnya dikaitkan dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.
Di sisi lain, dalam situasi seperti ini emas kian menarik dilirik sebagai aset pelindung nilai. Pada akhirnya mengemuka sebuah pertanyaan: kapan timing yang baik untuk membeli logam mulia ini, saat harga naik atau turun?
Dikutip dari laman Pegadaian pada Senin (1/6), ada panduan yang bisa diikuti supaya investasi kita bisa optimal. Supaya tidak salah langkah, sangat penting untuk memahami pola pergerakkan harga dan strategi yang bisa digunakan.
Pertama, pahami terlebih dulu faktor yang memengaruhi harga emas sebelum menentukan waktu beli saat harga naik atau turun. Apa saja yang memengaruhi pergerakkan harga emas karena perubahan harga tidak terjadi secara acak melainkan dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang saling berkaitan.
Dengan memahami hal ini kita bisa lebih bijak mengambil keputusan. Adapun bebeapa faktor yang bisa memengaruhi harga emas antara lain inflasi dan suku bunuga. Inflasi yang meningkat atau suku bunga rendah biasanya mendorong kenaikan harga emas. Kemudian perubahan kurs dolar bisa berdampak langsung pada harga emas, saat nilai tukar rupiah turun terhadap dolar seperti saat ini, harga emas cenderung menurun, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Setahun Kegiatan Usaha Bullion, Pegadaian Kelola 147,8 Ton Emas, BSI 22,5 Ton
Hal lainnya lagi kebijakan bank sentral, kebijakan moneter dan pembelian emas oleh bank sentral dalam jumlah besar dapat membuat stok emas berkurang dan menyebabkan harga emas naik. Lainnya lagi permintaan dan pasokan, permintaan emas besar dari industri perhiasan dapat menaikkan harga emas sementara pasokan yang lambat bisa membuat emas menjadi langka dan berpengaruh pada kenaikkan harga.
Kedua, harga emas yang turun bisa menjadi momen yang menarik. Pergerakan harga emas tidak selalu naik karena setelah mencapai titik tertentu, biasanya akan ada fase penyesuaian di mana harga kembali melemah. Kondisi ini sering dimanfaatkan sebagai peluang untuk membeli di harga yang lebih rendah dibanding sebelumnya.
Meski begitu, menunggu harga di titik paling rendah bukan hal yang mudah. Pergerakan harga bisa berubah tanpa sinyal yang jelas. Karena itu saat harga sedang turun atau mulai stabil, kondisi tersebut sudah cukup layak untuk mulai membeli, terutama jika tujuannya adalah menyimpan nilai dalam jangka panjang.
Ketiga, harga emas naik tetap bisa dimanfaatkan. Artinya, membeli emas saat harga naik tidak selalu berarti langkah yang salah. Kenaikan harga sering terjadi saat inflasi meningkat atau kondisi ekonomi global tidak stabil di mana emas menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset.
Dalam situasi seperti ini, emas cenderung tetap diminati dan berpotensi terus menguat. Permintaan yang terus meningkat juga bisa mendorong harga bergerak lebih tinggi sehingga membeli di fase ini masih relevan untuk tujuan jangka panjang.
Namun, pengambilan keputusan tetap perlu didasarkan pada pertimbangan yang matang. Perhatikan kondisi ekonomi, arah kebijakan keuangan, dan tren harga sebelum membeli agar tidak terjebak di harga puncak.
Jika memungkinkan, manfaatkan promo atau metode pembelian yang lebih efisien untuk mengoptimalkan hasil investasi. Dengan strategi yang tepat, membeli emas saat harga naik tetap bisa memberikan manfaat dalam menjaga nilai aset ke depan.
Baca juga: Pilah-Pilih Produk Pinjaman dan Investasi
Ada juga strategi beli bertahap atau strategi dollar cost averaging (DCA). Jika sulit menentukan waktu terbaik untuk beli emas saat harga naik atau turun bisa digunakan strategi ini. Cara ini dilakukan dengan membeli emas secara rutin dengan nominal yang sama tanpa perlu terlalu memikirkan kondisi harga saat itu, misalnya setiap satu bulan sekali.
Pendekatan ini akan membantu kita tetap konsisten dalam berinvestasi. Saat harga sedang tinggi kita tetap membeli dalam jumlah yang sama dan saat harga turun, jumlah emas yang didapatkan bisa lebih banyak.
Seiring waktu, harga beli akan menjadi lebih seimbang karena dirata-rata dari berbagai kondisi pasar. Selain itu, risiko membeli di harga puncak bisa ditekan dan kebiasaan menabung pun terbentuk secara natural. Karena itu strategi DCA dianggap cocok untuk pemula maupun yang memiliki tujuan investasi jangka panjang terutama saat pergerakan harga tidak menentu.
Kesimpulannya, melihat harga emas sebaiknya tidak hanya dari perubahan harian yang sering naik turun. Dalam jangka panjang, emas cenderung menunjukkan tren yang meningkat terutama saat kondisi ekonomi global sedang tidak stabil.