Jumat, Juni 5, 2026
HomeBankHari Lingkungan Hidup Internasional, Bank BNI Kampanyekan #NowForClimate

Hari Lingkungan Hidup Internasional, Bank BNI Kampanyekan #NowForClimate

Untuk mendukung pelestarian lingkungan dan aksi pengendalian perubahan iklim, Bank BNI mengusung tema global melalui kampanye #NowForClimate sebagai sebuah pengingat bahwa perubahan iklim telah menjadi isu global. Kampanye ini juga sebagai bentuk komitmen perusahaan terkait Hari Lingkungan Hidup Internasional setiap tanggal 5 Juni.

Perubahan iklim telah menjadi isu global dan berbagai upaya penanganannya merupakan tanggung jawab bersama. Tema ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi Triple Planetary Crisis yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Sejalan dengan arah strategis global tersebut, Indonesia merespons secara progresif dengan mengusung tema nasional Hari Lingkungan Hidup 2026: “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak lagi cukup sebatas membangun kesadaran (awareness) tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Semangat tersebut juga sejalan dengan komitmen Bank BNI yang terus mendorong implementasi prinsip keberlanjutan melalui Pilar Keberlanjutan BNI yang mencakup aspek bisnis pada pilar Sustainability Finance, operasional pada Pilar Corporate Sustainability, maupun pemberdayaan masyarakat serta ketahanan lingkungan pada Pilar Inklusi & Resilien,” ujar Corporate Secretary Bank BNI Okki Rushartomo dalam siaran pers Jumat (5/6).

Sebagai institusi keuangan nasional, Bank BNI percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat berbagai program yang mendukung keberlanjutan serta mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam aksi nyata menjaga bumi.

Baca juga: Bank BNI Hadirkan Coworking Space di UGM Yogyakarta

Sejalan dengan target Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat, Bank BNI telah menetapkan target NZE scope 1 & 2 pada 2028 dan target NZE scope 3, termasuk pembiayaan pada 2060 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Untuk mencapai target tersebut, Bank BNI terus memperkuat implementasi prinsip ESG melalui berbagai inisiatif, baik pada aspek operasional maupun bisnis. Pada aspek bisnis, Bank BNI terus menyelaraskan proses penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), khususnya pada sektor energi, konstruksi dan real estat, transportasi dan logistik, serta sektor kehutanan dan perkebunan.

Di samping itu Bank BNI terus mengembangkan program pembiayaan dan pendanaan berwawasan lingkungan melalui ekspansi pembiayaan hijau, pembiayaan transisi melalui Sustainability Linked Loan (SLL) dan penerbitan Sustainability Bond pada tahun 2025 lalu.

Bank BNI juga mendorong segmen UMKM untuk melaksanakan praktik bisnis yang ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI). Melalui kedua program tersebut, perusahaan ikut mendukung pemberdayaan UMKM dengan membangun ekosistem ekonomi hijau yang berorientasi ekspor, mendorong penerapan proses hijau, serta menghasilkan produk hijau yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.

Pada aspek operasional, selain dilakukan penguatan budaya kerja berkelanjutan, Bank BNI menjalankan berbagai program efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, dan pengembangan bertahap pengelolaan limbah operasional dengan prinsip Zero Waste to Landfill guna menekan emisi karbon. Dalam pengelolaan limbah operasional, 100 persen limbah operasional Gedung Kantor Pusat telah diolah melalui proses daur ulang.

Baca juga: Bank BNI Perkuat Penyaluran Pembiayaan Perumahan Hingga KUR Di Manado

Untuk mendukung aspek ketahanan lingkungan pada Pilar Inklusi & Resilien, Bank BNI meluncurkan advisory playbook yang pertama di Indonesia di sektor Perkebunan Kelapa Sawit. Advisory playbook ini merupakan bagian dari program advisory untuk mendukung dan mendampingi debitur melakukan transisi ke arah ekonomi hijau dan mencapai resiliensi debitur dalam menghadapi risiko iklim. Proses advisory juga dilakukan melalui technical assistance bagi debitur dalam menerapkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

Sebagai bagian dari Pilar tersebut, Bank BNI juga aktif mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui berbagai program rehabilitasi lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat. Salah satunya diwujudkan lewat program rehabilitasi lahan kritis dan penanaman pohon melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sejak 2018, Bank BNI telah mendukung rehabilitasi lahan seluas 10 ha dan penanaman 10.000 pohon. Kawasan tersebut kini telah menjadi habitat bagi sedikitnya 36 jenis pohon dari 23 famili dengan estimasi total 15.691 pohon dan berkontribusi terhadap penyerapan karbon sekitar 2.002 ton CO₂e, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan ketersediaan sumber air bagi masyarakat sekitar.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi dan kualitas hidup generasi mendatang,” pungkas Okki.

Berita Terkait

Ekonomi

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), selama Januari-April...

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan...

Berita Terkini