Bank BNI terus memperkuat akses hunian layak melalui partisipasi dalam kolaborasi program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat yang di helat di Manado, Sulawesi Utara, pekan lalu. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian sosialisasi dan akad pembiayaan termasuk kredit pemilikan perumahan (KPP) dan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Program kolaboratif ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Sebanyak 600 peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri atas 300 peserta PNM, 200 peserta KUR, serta 100 peserta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang mencakup pelaku UMKM, pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat.

Acara ini turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta sejumlah pimpinan lembaga dan mitra strategis lainnya.

Menurut Direktur Consumer Banking Bank BNI Corina Leyla Karnalies, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam aktivitas pembangunan nasional karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor pendukung,” ujar Corina dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (14/04).

Baca juga: Pembiayaan Hijau BNI untuk Transportasi Hingga Perumahan Subsidi Terus Meningkat

Melalui program pembiayaan perumahan, pemerintah bisa menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan sebagai salah satu bank penyalur utama, Bank BNI berkomitmen memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Dampak program pembiayaan perumahan bukan hanya terbatas pada kepemilikan rumah tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok sektor konstruksi dan UMKM di daerah.

Untuk itu Bank BNI menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah dalam pembayaran cicilan, transaksi, dan pemantauan kondisi keuangan secara aman dan cepat.

“Kami terus menghadirkan layanan yang terintegrasi agar masyarakat dapat mengakses pembiayaan perumahan secara mudah, aman, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat ini, kami optimistis bisa mempercepat realisasi hunian layak sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” tandasnya.