Jumat, Juni 5, 2026
HomeNewsEkonomiMei Belanja Negara Tetap Ngebut, Tapi Defisit Terjaga, Keseimbangan Primer Surplus Lagi,...

Mei Belanja Negara Tetap Ngebut, Tapi Defisit Terjaga, Keseimbangan Primer Surplus Lagi, APBN Aman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, realisasi APBN 2026 hingga akhir Mei menunjukkan kinerja yang solid.

Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun, tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang penerimaan perpajakan yang meningkat 22,1 persen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh 19,9 persen.

“Yang paling menarik adalah pendapatan pajak yang naik 22,1 persen. Jadi, ada perbaikan yang signifikan dalam penerimaan pajak dibandingkan tahun lalu,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sementara belanja negara sudah terealisasi Rp1.365,4 triliun, atau tetap tumbuh kencang 34,4 persen secara tahunan. April pertumbuhannya mencapai 34,1 persen.

Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mempercepat aktivitas ekonomi nasional.

“Strategi percepatan belanja negara terus dilakukan, agar dampak APBN terhadap perekonomian dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun,” kata Purbaya dikutip dari keterangan Kemenkeu.

Baca juga: April Keseimbangan Primer Surplus, Defisit Anggaran Turun, Kendati Belanja Negara Kian Ngegas

Dengan realisasi pendapatan dan belanja negara itu, defisit APBN hingga akhir Mei 2026 mencapai 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) senilai Rp180,4 triliun.

Meningkat dibandingkan defisit April 2026 sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64 persen PDB, dan melonjak ratusan persen dibanding defisit APBN Mei 2025 yang hanya Rp20,9 triliun atau 0,09 persen PDB, namun masih jauh di bawah batas yang ditetapkan UU APBN 2026 sebesar 2,68 persen.

Di saat yang sama, keseimbangan primer kembali mencatatkan surplus sebesar Rp58,6 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang semakin sehat dan berkelanjutan.

April 2026 keseimbangan primer surplus Rp28 triliun, setelah Januari-Maret 2026 atau triwulan satu minus atau defisit Rp95,8 triliun, dibanding target di APBN 2026 sebesar Rp89,7 triliun.

Artinya, defisit tiga bulan pertama tahun ini sudah melampaui target defisit setahun penuh. Bahkan, keseimbangan primer triwulan satu 2026 jauh melorot dibanding triwulan I 2025 yang surplus Rp21,9 triliun. Dengan keseimbangan primer yang kembali surplus pada Mei, defisit triwulan I tersebut akan makin berkurang.

Keseimbangan primer adalah selisih total pendapatan negara dengan belanja negara, tidak termasuk pembayaran bunga utang.

Jadi, keseimbangan primer adalah indikator kesehatan fiskal, untuk mengukur apakah pendapatan negara cukup untuk membiayai belanja tanpa menambah utang baru.

Baca juga: Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga, Purbaya Tunjukkan Datanya

Dengan keseimbangan primer yang surplus per akhir Mei 2026, berarti penerimaan negara mencukupi untuk membayar bunga utang. Pemerintah tidak perlu menarik utang baru hanya untuk membayar bunga utang.

“Surplus keseimbangan primer Mei Rp58,6 triliun. Artinya, anggaran kita sekarang lebih sehat dan berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” jelas Menkeu Purbaya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus menjaga APBN terus optimal berperan sebagai shock absorber (peredam kejut gejolak ekonomi) dan penggerak perekonomian.

“Ke depan, pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Menkeu.

Berita Terkait

Ekonomi

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), selama Januari-April...

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan...

Berita Terkini