Kamis, Mei 28, 2026
HomeBerita PropertiMetland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun, Sudah Tercapai Rp677 Miliar

Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun, Sudah Tercapai Rp677 Miliar

PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026 untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

RUPST mencakup lima agenda, antara lain persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Persusahaan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih perusahaan, penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk tahun buku 2026, penetapan remunerasi dewan komisaris dan direksi, serta pengangkatan anggota direksi dan dewan komisaris untuk masa jabatan 2026-2031.

Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku 2025 diterima dan disahkan dalam RUPST. Direksi dan Dewan Komisaris juga memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025.

Sepanjang tahun buku 2025, Metland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp412,93 miliar.

“Perusahaan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat, Presiden Direktur Metland melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (28/5).

Dalam agenda penggunaan laba bersih, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar 18 persen dari laba bersih perusahaan atau sebesar Rp9,70 per lembar saham kepada 7.655.126.330 pemegang saham. Perusahaan juga menyisihkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.

Baca juga: Metland Menteng Sukses Pasarkan Klaster Neora

Selanjutnya perusahaan mengalami perubahan komposisi dewan komisaris dan direksi, yang meliputi penambahan Lanny Bambang sebagai komisaris independen seiring berakhirnya masa jabatan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun serta pengunduran diri Santoso dari jabatan direktur.

Adapun susunan anggota direksi dan dewan komisaris untuk masa jabatan 2026-2031 yaitu Presiden Direktur Anhar Sudjadjat dengan Direktur Olivia Surodjo, Wahyu Sulistio, dan Andi Surya Kurnia.

Sementara jajaran komisari yaitu Presiden Komisari Junita Ciputra dengan Komisaris Iwan Putra Brasali, Nandya Widya, dan Komisaris Independen Thomas J. Angfendy dan Lanny Bambang.

Untuk menopang pengembangan proyek berjalan, Metland terus melanjutkan ekspansi pada lini bisnis hotel melalui pengembangan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara, yang direncanakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.

Selain itu, Metland juga telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari lalu sebagai penanda selesainya struktur utama hotel bintang empat bisnis (city hotel) yang dilengkapi restoran rooftop dengan pemandangan Kota Bekasi.

Pada pengembangan proyek residensial, Metland terus melanjutkan pengembangan dan pemasaran proyek residensial melalui peluncuran produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini seperti Kluster Neora di Metland Menteng, Kluster Kertanata di Metland Kertajati, dan Kluster Brassia Garden di Metland Cikarang.

Metland juga terus melanjutkan pemasaran sejumlah produk unggulan lainnya, di antaranya Kluster Walden di Metland Transyogi serta Kluster Barcelona Cove, Kluster South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri dan Havana Breeze di Metland Cibitung.

Baca juga: Sisa 2 Bulan Tahun 2025, Target Rp2 Triliun Metland Tercapai 67 Persen

Pada sektor komersial, Metland telah mengoperasikan G’AVEnue pada 13 Februari 2026, area terbaru di Grand Metropolitan Bekasi yang mengusung konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food & beverage guna melengkapi kebutuhan gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

Perusahaan juga terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat. Tahun 2026 Metland menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue hampir sebesar Rp2 triliun.

“Hingga April 2026 kami telah membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar dengan kontribusi sekitar 73 persen berasal dari pre sales dan sekitar 27 persen dari recurring revenue,” pungkas Anhar.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini