1,7 Ha Lahan di PIK Ditanami Mangrove
Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli banyak dilakukan kegiatan penanaman mangrove secara serentak di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Aksi ini dilaksanakan di titik-titik yang tersebar di 30 provinsi sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan.
Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari gerakan nasional tersebut adalah Taman Wisata Mangrove PIK, Jakarta Utara. Kegiatan yang berlangsung akhir pekan lalu ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno beserta jajaran bersama berbagai pemangku kepentingan, komunitas, serta masyarakat yang turut ambil bagian dalam aksi penghijauan pesisir.
Pemerintah provinsi DKI jakarta melakukan peringatan dengan aksinya nyata melakukan penanaman mangrove bersama para pemangku kepentingan. “Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Kawasan hutan produksi Angke Kapuk ini dipilih sebagai Pusat lokasi kegiatan karena lokasi ini merupakan lahan baru hasil kompensasi izin penggunaan kawasan hutan PT Kapuk Naga Indah seluas 1,73 ha,” ujar Rano dikutip dari siaran pers Kamis (30/7).
Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 menegaskan pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir.
Selain mampu menahan abrasi dan meredam gelombang, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon biru, habitat berbagai jenis satwa, sekaligus penopang ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.
Baca juga: 55 Tahun Agung Sedayu dalam Gelaran Expo
Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono menambahkan, di momen hari mangrove sedunia ini juga saat yang tepat untuk berkontribusi dan berkolaborasi bersama dalam menjaga penghijauan pesisir.
“Agung Sedayu sejak tahun 2014 memiliki kewajiban untuk melakukan konservasi dengan penanaman mangrove. Hal ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kami dengan menyediakan lahan seluas 1,7 ha sebagai kompensasi jalan tol yang kami bangun,” katanya.
Rano juga berkesempatan mengunjungi area pameran edukasi mangrove dan berbagai booth para kolaborator. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove bersama masyarakat di area yang telah disiapkan sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Baca juga: Astra Property Tanam 500 Bibit Mangrove di Pulau Pramuka
Pelaksanaan penanaman mangrove secara serentak di berbagai daerah menunjukkan bahwa pelestarian ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.
Melalui aksi nyata ini diharapkan kesadaran publik terhadap pentingnya mangrove semakin meningkat sehingga upaya menjaga kawasan pesisir dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan generasi yang akan datang.