Audiensi Kadin Indonesia-KLH/BPLH Bahas Green Jobs Hingga Nilai Tambah Hijau
Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH) Hidup M. Jumhur Hidayat. Pertemuan untuk membahas penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan termasuk pengembangan green jobs, hilirisasi hijau, hingga just energy transition atau transisi energi yang berkeadilan.
Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, industrialisasi yang memiliki nilai tambah dan berbasis prinsip hijau dapat menciptakan tenaga kerja hijau sekaligus memperkuat resiliensi energi nasional.
“Kita bicara bahwa lingkungan hidup sekarang ini adalah kata kunci untuk bisa mengembangkan bisnis di tengah ketidakpastian dunia, kenapa? Kalau kita bisa membuat industrialisasi dengan nilai tambah dan hijau, itu dapat meningkatkan green jobs serta mendukung program resiliensi energi pemerintah,” ujarnya dikutip dari siaran pers Senin (18/5).
Baca juga: KADIN Paparkan Potensi Besar Pertumbuhan Hijau Indonesia
Kadin Indonesia dan KLH/BPLH memiliki visi yang sejalan terkait pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang. Dalam kesempatan tersebut juga turut dibahas peluang kerja sama terkait just energy transition dan pembentukan task force green jobs di lingkungan Kadin Indonesia.
“Kami sangat semangat karena Pak Jumhur ini komplit. Dari sisi lingkungan hidup jelas, pengalaman industrialisasinya kuat, teknologinya juga besar, dan memahami sisi tenaga kerja. Tadi pembicaraannya juga sangat kondusif,” imbuhnya.
Jumhur sendiri menyambut baik komitmen Kadin Indonesia dalam memperkuat pemahaman dan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup terlebih Kadin Indonesia yang mau maju dalam urusan pemahaman soal lingkungan yang seiring dengan pemerintah.
“Tentu ada banyak kemungkinan kerja sama ke depan, apalagi soal green jobs dan just energy transition. Kami juga mengapresiasi perhatian Kadin terhadap pengembangan industri bernilai tambah yang tetap mematuhi standar lingkungan,” katanya.
Baca juga: Kadin Paparkan 3 Hal Supaya Ekonomi Bertahan di Tengah Konflik Timur Tengah
Dalam pengembangan nilai tambah itu dipersiapkan juga comply (mematuhii) terhadap lingkungan. Ke depan peradaban kita sebagai bangsa bisa meningkat karena sebelum bekerja dan mencari untung, kita juga mempersiapkan diri dalam memelihara lingkungan.
Menurut Jumhur, semangat menjaga dan memuliakan bumi dapat menjadi titik temu lintas generasi, lintas sektor usaha, hingga lintas kelompok masyarakat. “Tidak ada satu tekad apa pun yang bisa menyatukan lintas kegiatan, lintas generasi, lintas intelektual, lintas usaha, lintas etnis, lintas agama, kecuali tekad untuk memuliakan bumi,” pungkasnya.