Selasa, Mei 12, 2026
HomeNewsEkonomiAda Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah...

Ada Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah Naik Tinggi

Perang AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 melambungkan harga minyak dunia, selain mengganggu rantai pasok dan memicu kenaikan harga barang dan jasa (inflasi). Harga avtur sebagai bahan bakar utama pesawat terbang, tercatat naik paling tinggi, yang membuat harga tiket pesawat melonjak.

Kendati demikian hal itu tidak menurunkan minat orang Indonresia (WNI) melancong ke luar negeri. Indonesia sendiri belum sampai seperti India, yang meminta warganya sementara tidak pelesiran ke luar negeri untuk mengirit konsumsi BBM.

Mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan pekan lalu, selama Januari-Maret 2026, total jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 2,50 juta perjalanan, naik 7,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (ctc).

Pada Maret 2026 saja, jumlah perjalanan wisnas ke luar Indonesia mencapai 793,16 ribu perjalanan, meningkat cukup signifikan 13,14 persen dibandingkan Februari 2026 (mtm), dan melesat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025 (yoy).

Baca juga: 9,17 Juta WNI Melancong ke Luar Negeri Selama 2025. Tertinggi Dalam 6 Tahun

Tujuan pelesiran wisnas pada Maret 2026 masih itu-ke itu saja. Yaitu, negara-negara di kawasan ASEAN, dengan Malaysia menjadi negara tujuan utama (29,73 persen). Naik 0,77 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (mtm).

Selain itu, terdapat 9 negara lainnya yang menjadi tujuan perjalanan wisnas terbanyak. Yaitu Arab Saudi (13,79 persen atau turun dibanding 20,33 persen pada Februari), Singapura (13,79 persen atau naik dari 12,97 persen pada Februari), Tiongkok (10,69 persen atau melesat hampir 50 persen dari Februari sebesar 5,46 persen), dan Jepang (5,82 persen atau naik dari 4,99 persen pada februari).

Setelah itu menyusul Thailand (4,39 persen), Timor Leste (2,54 persen), Australia (2,42 persen), Vietnam (2,37 persen), Korea Selatan (2,21 persen), serta negara lainnya 12,25 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Dorong Penguatan Eksosistem UMKM

Penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam...

Harga Beras Selalu Naik, Tapi Daya Beli Petani Makin Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini (4/5/2026),...

Berita Terkini