Kawasan CBD-nya Kian Aktif, PIK 2 Fokus Perbesar Porsi Recurring Income
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (BKS) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan real estat di kawasan Tangerang, Banten dengan total luas bank tanah 694 ha. BKS fokus memenuhi permintaan pasar properti di dalam kawasan terintegrasi dengan menyediakan pusat distrik bisnis yang strategis sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional.
Dengan visi jangka panjang, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. BKS percaya bahwa pengembangan kawasan PIK 2 yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perusahaan dan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
Pada kuartal pertama 2026, BKS membukukan kinerja marketing sales yang solid dengan peningkatan mencapai 28 persen dari target tahun berjalan. Hal ini mencerminkan awal tahun yang konstruktif untuk mendukung kinerja sepanjang tahun 2026.
Hasil tersebut terutama ditopang oleh permintaan yang sehat pada segmen kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK 2, seiring mulai pulihnya minat pelaku usaha untuk mengamankan lokasi strategis guna mendukung ekspansi, keberlanjutan bisnis, serta menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.
BKS menilai segmen kaveling tanah komersial masih akan menjadi pendorong utama kinerja tahun ini, didukung posisi CBD PIK 2 yang semakin berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis baru. Kebutuhan pelaku usaha terhadap lokasi strategis dengan konektivitas unggul diyakini akan terus menopang permintaan pada segmen tersebut.
Baca juga: Q1 2026 PIK 2 Raih Marketing Sales Rp987 Miliar
Sementara itu segmen produk residensial juga menunjukkan tren yang positif, didukung oleh perkembangan kawasan PIK 2 yang semakin matang dan terintegrasi. Pertumbuhan fasilitas pendukung, infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan memberikan daya tarik tambahan bagi permintaan hunian di dalam kawasan.
Segmen produk komersial masih menunjukkan pendekatan pasar yang selektif pada kuartal pertama 2026. Ada potensi pemulihan yang menarik ke depan seiring bertumbuhnya aktivitas bisnis, meningkatnya kunjungan kawasan, dan penguatan ekosistem komersial di kawasan PIK 2.
Prospek kawasan PIK 2 semakin diperkuat oleh beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia. Kehadiran NICE diproyeksikan menjadi katalis penting dalam mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas usaha, dan eksposur kawasan. Selain itu, peningkatan konektivitas melalui jalan tol Kataraja semakin memperkuat aksesibilitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta kawasan Jabodetabek.
Didukung cadangan lahan sekitar 702 ha, pengembangan kawasan bisnis yang terus berkembang, serta kontribusi aset pendapatan berulang yang semakin kuat, BKS memiliki kapasitas besar untuk memperluas pertumbuhan usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Presiden Direktur BKS Steven Kusumo mengatakan, capaian marketing sales kuartal pertama 2026 didominasi penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK 2 yang merupakan pusat aktivitas bisnis baru di utara Jakarta.
“Pencapaian marketing sales pada awal tahun ini mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kavleing tanah komersial di kawasan CBD PIK 2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Senin (18/5).
Baca juga: Stasiun Whoosh Halim Sediakan Shuttle Bus Langsung ke PIK 2
Tahun ini juga dijadikan momentum untuk terus menambahkan penguatan sumber pendapatan berulang (recurring income) untuk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perusahaan ke depan.
Dengan telah beroperasinya NICE yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, berbagai kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan di NICE PIK 2.
“Kami juga menargetkan Hilton Jakarta PIK 2 mulai beroperasi pada tahun depan sehingga kedua proyek ini akan menjadi sumber pendapatan berulang yang semakin signifikan bagi perusahaan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan PIK 2 sebagai destinasi bisnis berskala internasional,” imbuh Steven.